Universitas Paramadina Gelar ‘Meet The Leaders” Bersama Victor Hartono

Menurutnya, perubahan besar dalam industri bisa datang secara tiba-tiba, seperti yang terjadi pada masa kolonial ketika kelapa sawit dari Afrika mulai masuk ke Nusantara, menjungkirbalikkan pasar minyak kacang yang selama itu digeluti keluarganya.

Victor lalu mengajak peserta forum untuk menelusuri kisah leluhurnya, Oei Wie Gwan, yang merupakan generasi ke-7 dari keluarga Hartono. Ia merintis usaha kembang api Cap Leo, yang berkali-kali tumbang akibat insiden dan gejolak politik. Dari pabrik yang meledak pada 1939 hingga larangan produksi oleh Jepang pada 1942, bisnis tersebut tidak pernah benar-benar stabil. “Itu pelajaran pahit bahwa politik global bisa menghapus semua prediksi bisnis,” kata Victor.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa ancaman tidak selalu datang dari luar. Konflik internal justru kerap menjadi batu sandungan utama dalam bisnis keluarga. Victor menyebut masalah seperti perebutan arus kas, ketidakseimbangan dalam pembagian dividen, dan perebutan kendali antargenerasi sebagai potensi kehancuran jika tidak ditangani dengan sistematis.

Menanggapi tantangan itu, Victor memaparkan prinsip-prinsip yang ia anggap penting untuk kelangsungan bisnis keluarga: adanya pemimpin tunggal yang tegas, pembagian peran yang jelas dalam unit bisnis antaranggota keluarga, kekompakan internal yang dijaga secara konsisten, serta keterbukaan untuk menjalin kemitraan dengan pihak luar termasuk melepas sebagian kepemilikan usaha demi penguatan strategi jangka panjang. “Langkah seperti itu bukan bentuk kekalahan, tapi cara bertahan yang cerdas,” katanya tegas.

Di akhir forum, Victor menegaskan bahwa tujuan akhir suksesi bukan sekadar meneruskan nama keluarga, tetapi membentuk generasi pelaku bisnis yang benar-benar kompeten. “Dari satu keluarga, semestinya lahir beberapa pengusaha sejati—bukan hanya pewaris, tapi pionir bisnis yang tahu cara membaca arah zaman,” pungkasnya.

Forum ini menjadi lebih dari sekadar diskusi ia menjadi ajang belajar langsung tentang bagaimana bisnis dapat bertahan melampaui badai zaman, jika diiringi kepemimpinan visioner, kesadaran sejarah, dan kesiapan untuk beradaptasi.