“Jadi lebih rendah 14% dibanding asumsi. Artinya memang secara net itu masih lebih besar selisih antara perbedaan harga ICP dengan asumsi dibandingkan kurs. Jadi sekarang ini faktor yang membuat harga keekonomian BBM masih relatif terjaga sampai hari ini karena ICP-nya masih terkendali,” tandasnya.
Ia mengingatkan, jika kurs rupiah terus melemah maka ada kemungkinan harga BBM subsidi akan kembali naik.
“Nah ini pastinya akan punya risiko besar terhadap pergerakan harga BBM. Tentu harus diantisipasi Pemerintah, karena memiliki Sensitivitas terhadap beban belanja subsidi dan kompensasi energi,” pungkasnya.














