JurnalPatroliNews – Teheran- Pemerintah Iran akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai wafatnya pejabat tinggi keamanan, Ali Larijani, akibat serangan udara yang dilancarkan militer Israel.
Kabar duka ini dirilis melalui media pemerintah dan kantor berita Mehr pada Rabu dini hari (18/3/2026), mengonfirmasi spekulasi yang berkembang sejak Selasa kemarin.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam pernyataan resminya, menyatakan bahwa Larijani telah “gugur sebagai martir” dalam menjalankan tugasnya demi revolusi dan kedaulatan negara.
“Setelah seumur hidup berjuang untuk kejayaan Iran dan Revolusi Islam, ia akhirnya mencapai cita-cita yang lama diidamkan, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih derajat syahid,” tulis pernyataan resmi tersebut sebagaimana dikutip dari Fars News Agency.
Laporan dari Al Jazeera dan Reuters menyebutkan bahwa Larijani meninggal dunia pada usia 67 tahun. Serangan presisi Israel tersebut menghantam Teheran pada Selasa (17/3) sekitar pukul 03.30 dini hari waktu setempat. Insiden tragis ini dilaporkan turut merenggut nyawa putra dan pengawal pribadinya yang berada di lokasi yang sama.
Ali Larijani bukan sekadar pejabat biasa; ia adalah arsitek keamanan nasional dan mantan negosiator nuklir yang berada dalam lingkaran inti kepemimpinan Iran. Gugurnya Larijani menjadi kehilangan besar kedua bagi struktur kekuasaan Iran setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dalam rangkaian konflik terbaru di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, suasana berkabung menyelimuti Teheran, sementara dunia internasional menantikan langkah balasan yang mungkin diambil oleh Iran menyusul hilangnya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kebijakan pertahanan dan luar negeri mereka.








