Anak Putri Mahkota Norwegia Diamankan Polisi Jelang Sidang Kasus Kekerasan Seksual

JurnalPatroliNews – Jakarta – Aparat kepolisian Norwegia menahan Marius Borg Hoiby, putra dari Putri Mahkota Mette-Marit, pada akhir pekan lalu menjelang agenda persidangannya di Oslo. Penangkapan tersebut dilakukan pada Minggu dan berkaitan dengan sejumlah tuduhan berat yang menjeratnya, termasuk dugaan pemerkosaan dan berbagai bentuk tindak kekerasan.

Mengutip laporan Associated Press, Selasa, 3 Februari 2026, polisi menyatakan penahanan dilakukan lantaran terdapat kekhawatiran Hoiby berpotensi mengulangi perbuatannya jika tidak ditahan. Kasus ini pun menjadi sorotan luas karena menyeret nama keluarga kerajaan Norwegia.

Dalam keterangan resminya, kepolisian menyebut Hoiby menghadapi dakwaan penyerangan fisik, ancaman menggunakan senjata tajam, serta pelanggaran terhadap perintah penahanan. Jaksa meminta agar Hoiby ditahan selama empat pekan ke depan. Hingga saat ini, pihak kuasa hukum Hoiby belum memberikan tanggapan resmi.

Jaksa penuntut mengajukan total 38 dakwaan, di antaranya empat dugaan pemerkosaan yang diduga terjadi dalam rentang waktu 2018 hingga November 2024. Selain itu, Hoiby juga dituduh melakukan kekerasan dan intimidasi terhadap mantan pasangannya pada periode 2022–2023, dua insiden kekerasan terhadap pasangan lain, pelanggaran perintah penahanan, ancaman pembunuhan, pelanggaran lalu lintas, serta kepemilikan dan pengangkutan sekitar 3,5 kilogram ganja.

Meski telah beberapa kali ditangkap sepanjang 2024, Hoiby sebelumnya masih diperbolehkan bebas sambil menunggu proses hukum. Ia merupakan anak dari Putri Mahkota Mette-Marit dari hubungan sebelumnya dan anak tiri Putra Mahkota Haakon. Kendati memiliki kedekatan dengan keluarga kerajaan, Hoiby tidak menyandang gelar bangsawan maupun menjalankan peran resmi negara.

Pihak pembela menyatakan Hoiby membantah seluruh tuduhan pelecehan seksual serta sebagian besar dakwaan terkait kekerasan yang dialamatkan kepadanya.

Sementara itu, Putra Mahkota Haakon menegaskan bahwa dirinya dan Putri Mahkota Mette-Marit tidak akan hadir dalam persidangan dan memilih untuk tidak memberikan pernyataan selama proses hukum berjalan. Ia juga menekankan bahwa Hoiby bukan anggota resmi keluarga kerajaan dan diperlakukan sama di mata hukum seperti warga Norwegia lainnya.

Perkara ini mencuat di tengah situasi sensitif bagi keluarga kerajaan, menyusul kembali disorotnya Putri Mahkota Mette-Marit terkait hubungan masa lalunya dengan mendiang Jeffrey Epstein. Dalam dokumen arsip Epstein yang baru dipublikasikan, nama Mette-Marit disebut beberapa kali, termasuk terkait penggunaan properti milik Epstein di Palm Beach pada 2013 melalui perantara seorang teman.

Dalam pernyataan tertulis, Mette-Marit mengakui kekhilafannya dan menyampaikan penyesalan atas keputusan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya seharusnya lebih cermat menelusuri latar belakang Epstein.

“Saya membuat penilaian yang keliru dan sangat menyesali segala bentuk kontak dengan Epstein,” tulisnya, sembari menyatakan empati dan dukungan kepada para korban pelecehan seksual yang melibatkan Epstein.