Buntut 3 Juta Dokumen Epstein: Eks Diplomat ‘Pangeran Kegelapan’ Mandelson Terseret Kasus Hukum

JurnalPatroliNews – London- Gelombang skandal mendiang Jeffrey Epstein terus menghantam lingkaran elit Inggris. Kepolisian Metropolitan London resmi menangkap Peter Mandelson, mantan duta besar Inggris untuk Amerika Serikat sekaligus tokoh kunci di balik layar politik Britania Raya.

Penangkapan ini terkait dugaan hubungan gelapnya dengan pemodal AS tersebut yang berujung pada tuduhan pelanggaran jabatan publik.

Melansir laporan Associated Press (AP), Selasa (24/2/2026), Mandelson ditangkap guna menjalani penyelidikan mendalam atas dugaan pemberian informasi sensitif pemerintah Inggris kepada Epstein secara tidak patut.

Langkah hukum ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah adik Raja Charles III, Pangeran Andrew, mengalami nasib serupa sebelum akhirnya dibebaskan dengan status masih dalam pengawasan penyelidikan.

Juru bicara Kepolisian Metropolitan London menyatakan bahwa seorang pria berusia 72 tahun telah ditangkap atas dugaan penyalahgunaan jabatan dan saat ini telah dibebaskan dengan jaminan.

Meski kepolisian tidak menyebutkan nama secara eksplisit sesuai prosedur hukum setempat, media-media Inggris telah mengidentifikasi pria tersebut sebagai Mandelson.

Mandelson, yang kerap dijuluki sebagai “Prince of Darkness” (Pangeran Kegelapan) karena pengaruh misteriusnya sebagai arsitek strategi politik Tony Blair di masa lalu, terekam kamera saat dibawa petugas berpakaian sipil dari kediamannya di London pada Senin sore.

Investigasi terhadap Mandelson dan Pangeran Andrew merupakan dampak paling dramatis dari rilis lebih dari 3 juta halaman dokumen terkait Epstein oleh Departemen Kehakiman AS bulan lalu.

Dokumen-dokumen tersebut mengungkap jaringan luas sang predator seks yang melibatkan tokoh-tokoh terkemuka dunia.

Jeffrey Epstein sendiri ditemukan tewas bunuh diri di sel tahanannya pada tahun 2019 setelah didakwa atas kasus perdagangan seks anak di bawah umur dan konspirasi.

Kini, warisan kelamnya mulai meruntuhkan karier dan reputasi para tokoh besar di Inggris yang pernah bersinggungan dengannya.