China, Myanmar Dan Korut Dijatuhi Sanksi HAM Oleh AS, Kanada, Dan Inggris

Wally Adeyemo, Wakil Menteri Keuangan AS, Net

JurnalPatroliNews – Jakarta, – Pemerintah Amerika Serikat mulai memberlakukan sanksi atas kasus  Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap belasan orang dan Entitas yang terkait dengan China, Myanmar, Korea Utara, dan Bangladesh. Perusahaan intelijen China SenseTime Group juga ditambahkan ke ‘daftar hitam’ investasi.

Selain Amerika Serikat, Kanada dan Inggris juga ikut dalam menjatuhkan sanksi terkait pelanggaran HAM di Myanmar. Di bawah Kepemimpinan Joe Biden, AS memberlakukan sanksi pertama kepada Korut. AS juga menargetkan Entitas militer Myanmar terkait HAM.

Bacaan Lainnya

“Tindakan kami hari ini, terutama yang bermitra dengan Inggris dan Kanada, mengirimkan pesan bahwa demokrasi di seluruh dunia akan bertindak melawan mereka yang menyalahgunakan kekuasaan Negara hingga menimbulkan penderitaan dan penindasan,” kata Wally Adeyemo, Wakil Menteri Keuangan AS, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters dan The Straits Time, Minggu (12/12).

Kedutaan Besar China di Washington mengecam sanksi HAM AS sebagai bentuk campur tangan serius dalam urusan dalam Negeri China dan Pelanggaran berat terhadap norma-norma dasar yang mengatur hubungan Internasional.

Liu Pengyu, Juru bicara Kedubes China, mengatakan, sanksi itu akan membahayakan Hubungan China-AS dan mendesak Washington untuk membatalkan keputusan tersebut.

China menyangkal pelanggaran di Xinjiang, tetapi pemerintah AS dan banyak kelompok HAM mengatakan Beijing melakukan genosida di sana.

Untuk Myanmar, Departemen Keuangan mengatakan pihaknya juga menjatuhkan sanksi pada dua entitas militer Myanmar dan sebuah organisasi yang menyediakan cadangan untuk militer. Direktorat Industri Pertahanan, salah satu Entitas yang ditargetkan, membuat senjata untuk Militer dan Polisi yang telah digunakan dalam tindakan keras terhadap penentang Kudeta Militer 1 Februari lalu.

Departemen Keuangan juga menargetkan sanksi terhadap empat Menteri Kepala Daerah, termasuk Myo Swe Win, yang mengepalai Pemerintahan Junta di wilayah Bago di mana diperkirakan ada 82 orang tewas dalam satu hari di bulan April.

Kanada juga memberlakukan sanksi terhadap empat Entitas yang berafiliasi dengan Pemerintah Militer Myanmar, sementara Inggris memberlakukan sanksi baru terhadap militer.

Pos terkait