Chone Killers Resmi Masuk Daftar Hitam AS, Rekam Jejak Berdarah Jadi Sorotan

JurnalPatroliNews | Washington D.C. – Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah tegas dalam upaya memerangi kejahatan transnasional dengan menetapkan geng kriminal asal Ekuador, Chone Killers, sebagai Organisasi Teroris Asing (Foreign Terrorist Organization/FTO). Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Kamis (2/7/2026).

Menurut Rubio, penetapan itu didasarkan pada rekam jejak kekerasan yang dilakukan kelompok tersebut terhadap masyarakat sipil, aparat penegak hukum, hingga pejabat pemerintah di Ekuador.

“Geng tersebut telah melakukan banyak serangan yang menargetkan warga sipil, petugas penegak hukum, dan pejabat pemerintah, termasuk pembunuhan pejabat publik tingkat tinggi,” ujar Rubio dalam pernyataan resminya.

Selain masuk dalam daftar organisasi teroris asing, Chone Killers juga dikategorikan sebagai teroris global. Status tersebut memungkinkan pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan berbagai sanksi, termasuk pembekuan aset, pembatasan aktivitas keuangan, hingga penuntutan pidana terhadap para pemimpin maupun pihak yang terbukti memberikan dukungan kepada kelompok tersebut.

Rubio menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Ekuador di bawah kepemimpinan Presiden Daniel Noboa untuk menekan peredaran narkotika serta memutus aliran dana yang menjadi sumber pembiayaan kelompok kriminal bersenjata.

“Pemerintahan Trump, bekerja sama dengan Ekuador dan Presiden Daniel Noboa, akan terus melindungi belahan bumi kita dengan menjaga agar narkoba ilegal tidak beredar di jalanan kita dan mengganggu aliran pendapatan yang mendanai teroris narkoba yang melakukan kekerasan,” tegas Rubio.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ekuador mengalami lonjakan aktivitas kriminal yang dipicu oleh persaingan kelompok-kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan kartel narkoba asal Meksiko dan Kolombia. Kondisi tersebut membuat negara yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kawasan paling aman di Amerika Selatan berubah menjadi salah satu jalur utama perdagangan kokain menuju pasar internasional.

Sebagai respons atas meningkatnya eskalasi kekerasan, Presiden Daniel Noboa telah menerapkan berbagai langkah darurat, termasuk pemberlakuan jam malam di sejumlah wilayah serta pengerahan personel militer untuk membantu aparat keamanan menumpas kelompok kriminal.

Penetapan Chone Killers melengkapi daftar organisasi kriminal Amerika Latin yang sebelumnya telah diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat. Di antaranya adalah geng Tren de Aragua dari Venezuela serta Kartel Sinaloa dari Meksiko yang selama ini dikenal memiliki jaringan kejahatan lintas negara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Washington dalam mempersempit ruang gerak organisasi kriminal internasional yang dinilai mengancam stabilitas kawasan, memperluas perdagangan narkotika, serta memicu meningkatnya aksi kekerasan di berbagai negara.

Komentar