Dampak Konflik Iran, Pakistan Naikkan Harga BBM hingga 20 Persen

JurnalPatroliNews – Islamabad – Pemerintah Pakistan resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sekitar 20 persen menyusul lonjakan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan konflik di Iran yang mengguncang pasar energi global.

Kenaikan tersebut setara dengan 55 rupee per liter untuk bensin dan solar. Pemerintah Pakistan menyatakan kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri di tengah gejolak harga global.

Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, mengatakan pemerintah sebenarnya memiliki cadangan energi yang cukup. Namun lonjakan harga minyak dunia membuat penyesuaian harga domestik tidak dapat dihindari.

“Kami menaikkan harga bensin dan diesel masing-masing sebesar 55 rupee per liter. Jika situasi mereda, harga akan segera kami turunkan dengan kecepatan yang sama,” ujar Malik pada Jumat (6/3/2026).

Selain menaikkan harga, pemerintah juga menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba menimbun bahan bakar atau memanipulasi pasokan demi meraup keuntungan di tengah situasi krisis.

Sementara itu, Menteri Keuangan Pakistan, Muhammad Aurangzeb, mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk komite khusus untuk memantau perkembangan harga minyak global. Komite tersebut bertugas menilai dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi, cadangan devisa, serta kondisi perekonomian nasional.

Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi, Pakistan memang rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Setiap kenaikan harga energi biasanya langsung berdampak pada inflasi dan meningkatnya biaya hidup masyarakat.

Lonjakan harga minyak global terjadi setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pekan lalu, yang kemudian memicu aksi balasan di kawasan tersebut.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya jalur distribusi energi global, sehingga memicu kenaikan tajam harga minyak.

Dalam sepekan terakhir, harga minyak dunia dilaporkan melonjak dari sekitar 78 dolar AS per barel pada 1 Maret menjadi lebih dari 106 dolar AS per barel. Bahkan harga diesel internasional disebut telah mencapai sekitar 150 dolar AS per barel, mempertegas tekanan yang dihadapi negara-negara pengimpor energi seperti Pakistan.