JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump kini mengambil langkah strategis untuk mengatasi penurunan angka kelahiran yang terus merosot. Washington resmi meluncurkan kebijakan nasional yang bertujuan mendorong warga memiliki lebih banyak anak.
Data demografi terbaru memperlihatkan tingkat fertilitas di AS turun ke level terendah sepanjang sejarah, rata-rata 1,6 kelahiran per perempuan, jauh di bawah ambang stabilisasi populasi.
Dalam kebijakannya, pemerintahan Trump memperluas akses layanan fertilitas termasuk program bayi tabung (IVF) dengan tujuan meringankan biaya pengobatan serta menghilangkan hambatan bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan.
Trump menyebut dirinya sebagai pemimpin yang mengusung nilai keluarga dan kembali mendorong masyarakat untuk membangun keluarga besar.
“Karena kita ingin lebih banyak bayi,” ujarnya, dikutip dari The Guardian, Senin, 1 Desember 2025.
Meski upaya ini dinilai progresif, para pengamat demografi menilai penurunan angka kelahiran merupakan fenomena jangka panjang yang dipengaruhi banyak faktor, seperti perubahan gaya hidup, tekanan ekonomi, dan pilihan hidup generasi muda.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah turut mengusulkan paket insentif finansial serta kemudahan akses layanan kesehatan reproduksi untuk meringankan beban keluarga baru. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong “baby boom” baru sebelum AS menghadapi potensi krisis populasi pada masa mendatang.














