Donald Trump Konfirmasi Penangkapan Kapal Touska oleh Marinir AS di Lepas Pantai Chabahar

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengonfirmasi bahwa unit Marinir AS telah melumpuhkan dan mengamankan sebuah kapal kargo berbendera Iran di wilayah Teluk Oman.

Tindakan militer ini diambil setelah kapal tersebut dilaporkan mencoba menerobos jalur blokade laut yang diterapkan oleh Amerika Serikat di kawasan strategis tersebut.

Berdasarkan unggahan di akun Truth Social miliknya pada Minggu (19/4), Trump menyebutkan bahwa kapal kargo bernama Touska tersebut mengabaikan serangkaian peringatan untuk menghentikan lajunya.

Merespons pembangkangan tersebut, kapal perusak kawal rudal USS Spruance (DDG-111) milik Angkatan Laut AS melakukan tindakan ofensif dengan menembak bagian mesin kapal guna menghentikan pergerakannya.

Penindakan Kapal di Bawah Sanksi Departemen Keuangan Presiden Trump menegaskan bahwa kapal Touska merupakan aset yang masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS melalui Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC).

Kapal kontainer tersebut memiliki rekam jejak aktivitas ilegal yang sebelumnya telah terpantau oleh otoritas intelijen keuangan Washington.

Saat ini, personel Marinir AS dilaporkan telah berada di atas kapal untuk melakukan penggeledahan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap muatan yang dibawa. Penahanan ini dimaksudkan untuk memastikan tidak ada pengiriman komoditas terlarang yang melanggar ketentuan sanksi internasional.

Data Navigasi dan Posisi Terakhir Data dari situs pemantauan maritim Marine Traffic menunjukkan bahwa sekitar enam jam sebelum pengumuman resmi dari Gedung Putih, Touska berada di posisi 45 kilometer lepas pantai selatan Iran, tepatnya di dekat kota pelabuhan Chabahar.

Sementara itu, platform pelacakan Tanker Tracker melaporkan bahwa kapal tersebut berlayar dari Malaysia sebelum memasuki perairan Teluk Oman.

Konteks Krisis Selat Hormuz Insiden penembakan ini memperkeruh situasi keamanan di Selat Hormuz yang sangat fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Iran sempat membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut pada Jumat sebagai respons atas gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Namun, hanya berselang 24 jam, Teheran kembali memberlakukan penutupan selat sebagai bentuk protes atas kebijakan blokade laut AS terhadap kapal-kapal yang menuju atau berangkat dari pelabuhan Iran.

Insiden USS Spruance dan Touska ini diprediksi akan memicu respons balasan dari pihak militer Iran, mengingat lokasi kejadian berada sangat dekat dengan wilayah perairan kedaulatan mereka.