Gedung Putih Klaim AS Akan Kuasai Wilayah Udara Iran dalam 4–6 Pekan

JurnalPatroliNews – Washington, D.C. – Pemerintah Amerika Serikat mengklaim akan mampu menguasai wilayah udara Iran dalam waktu empat hingga enam pekan mendatang seiring dengan intensifikasi operasi militer yang sedang berlangsung.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa operasi militer yang dijalankan Washington menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami berada di jalur yang sangat baik untuk mengendalikan wilayah udara Iran,” kata Leavitt kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/3/2026).

Leavitt juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS tengah mengevaluasi sejumlah tokoh yang dinilai berpotensi memimpin Iran di masa depan. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington perlu terlibat dalam menentukan kepemimpinan baru di Teheran.

“Saya tahu ada sejumlah orang yang sedang dilihat oleh badan intelijen kami dan pemerintah Amerika Serikat, tetapi saya tidak akan membahasnya lebih jauh,” ujar Leavitt.

Sehari sebelumnya, Trump menyebut bahwa pemimpin Iran berikutnya kemungkinan besar bukan putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang sebelumnya sempat disebut sebagai kandidat kuat penerus.

Trump juga menegaskan bahwa Washington tidak akan mencapai kesepakatan dengan Teheran kecuali Iran menyatakan menyerah tanpa syarat.

Di sisi lain, pemerintah Iran menyampaikan bahwa konflik yang melibatkan negaranya dengan Amerika Serikat dan Israel telah menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, menyebut sedikitnya 1.332 warga sipil tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka sejak konflik pecah.

Situasi di kawasan Timur Tengah pun semakin memanas dan memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap eskalasi konflik yang lebih luas.