JurnalPatroliNews – JAKARTA — Iran memberikan izin tambahan bagi kapal berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyampaikan bahwa Teheran telah menyetujui tambahan 20 kapal untuk melintas, dengan skema dua kapal per hari.
“Saya dengan senang hati menyampaikan kabar baik bahwa Pemerintah Iran telah setuju untuk mengizinkan 20 kapal lagi di bawah bendera Pakistan untuk melewati Selat Hormuz; dua kapal akan melintasi setiap hari,” ujar Dar, seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan sinyal positif dari Iran yang patut diapresiasi di tengah situasi yang masih tegang.
“Ini adalah isyarat yang disambut baik dan konstruktif dari Iran dan patut diapresiasi,” lanjutnya.
Dar juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai kunci meredakan konflik yang tengah berlangsung di kawasan.
“Pengumuman positif ini menandai langkah berarti menuju perdamaian. Dialog, diplomasi, dan langkah-langkah membangun kepercayaan adalah satu-satunya jalan ke depan,” tegasnya.
Perkembangan ini turut mendapat perhatian Presiden Donald Trump yang membagikan ulang pernyataan tersebut melalui platform Truth Social miliknya.
Sebelumnya, Trump juga mengungkap bahwa Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Pemerintah Pakistan disebut memainkan peran penting sebagai fasilitator komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat, dengan menjadi perantara dalam penyampaian pesan di antara kedua pihak.
Dalam perkembangan lain, Ishaq Dar juga melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Kedua pejabat tersebut membahas dinamika situasi kawasan yang terus berkembang.
Pakistan dalam kesempatan itu kembali menegaskan pentingnya deeskalasi dan menyerukan penghentian seluruh bentuk serangan, serta mendorong dialog sebagai jalan utama menuju perdamaian di kawasan.














