JurnalPatroliNews – Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menyatakan bahwa negaranya berada dalam situasi konflik dan perang dengan Israel. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara akibat serangan Israel yang terus menerus di Gaza.
Hatami menegaskan bahwa Iran terus meningkatkan kemampuan pertahanannya, termasuk kesiapsiagaan penuh dari pasukan rudal dan drone. Peningkatan ini merupakan respons terhadap serangan udara yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) pada bulan Juni. Menurutnya, semua angkatan bersenjata Iran telah bertekad untuk meningkatkan kesiapan tempur. Untuk mengawasi strategi pertahanan, sebuah dewan baru juga telah dibentuk.
Sebelumnya, serangan Israel pada Juni lalu menewaskan beberapa komandan senior Iran dan merusak beberapa kemampuan pertahanan penting, yang mengancam struktur komando militer Teheran.
Di sisi lain, kekhawatiran global muncul terkait program pengayaan uranium Iran, yang menurut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah meningkat. Presiden AS Donald Trump telah berjanji untuk tidak membiarkan Iran memiliki senjata nuklir dan memperingatkan bahwa Iran akan “bodoh” jika melanjutkan program tersebut di tengah ancaman intervensi militer AS. Iran sendiri mengklaim programnya hanya untuk tujuan sipil.













