Iran Tegas: Menyerang Khamenei Berarti Menyatakan Perang

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan peringatan keras bahwa setiap bentuk serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan dipandang sebagai pemicu perang terbuka dengan bangsa Iran.

Sikap tegas ini muncul sebagai respons atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara terbuka menyerukan perubahan kepemimpinan di Teheran.

Melalui akun X miliknya, Pezeshkian menegaskan bahwa ancaman terhadap Khamenei bukan sekadar persoalan politik, melainkan menyangkut kedaulatan negara. “Serangan terhadap pemimpin besar kami sama artinya dengan perang skala penuh terhadap Iran,” tulisnya, Senin, 19 Januari 2026, sebagaimana dikutip AFP.

Pezeshkian menilai pernyataan Trump sebagai provokasi serius. Sebelumnya, Trump menyebut Ayatollah Khamenei sebagai “orang sakit” dan mengatakan Iran membutuhkan pemimpin baru yang dinilainya mampu mengurus negara dengan lebih baik serta menghentikan kekerasan terhadap rakyat.

Ketegangan diplomatik ini terjadi di tengah kondisi domestik Iran yang masih bergejolak. Sejak akhir Desember, gelombang demonstrasi besar meletus akibat tekanan ekonomi dan berkembang menjadi aksi nasional yang disebut sebagai tantangan terberat bagi pemerintahan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi protes mereda setelah aparat keamanan melakukan penindakan keras. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menyebut tindakan tersebut sebagai pembantaian, yang berlangsung bersamaan dengan pemadaman internet hampir total sejak 8 Januari.

Pemantau jaringan NetBlocks melaporkan koneksi internet sempat pulih terbatas sebelum kembali dibatasi. Pezeshkian mengaku telah meminta agar pembatasan dicabut, sementara sebagian warga melaporkan WhatsApp dan layanan panggilan internasional mulai bisa diakses kembali.

Organisasi Iran Human Rights menyatakan telah memverifikasi sedikitnya 3.428 kematian demonstran, meski angka sebenarnya diyakini lebih tinggi. Pemerintah Iran hingga kini belum merilis data resmi korban, sementara aksi solidaritas terhadap demonstran terus bermunculan di berbagai kota dunia.