Israel Resmi Pamer Senjata Laser Antirudal ‘Iron Beam’

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Pertahanan Israel pada Rabu (waktu setempat) resmi memperkenalkan sistem pertahanan udara terbaru berbasis laser yang diklaim mampu menembak jatuh rudal dengan biaya jauh lebih murah dibanding sistem intersepsi konvensional.

Menurut laporan Reuters, Jumat (19/9/2025), teknologi bernama Iron Beam itu telah melewati serangkaian uji coba di Israel bagian selatan dan dijadwalkan siap digunakan secara operasional oleh militer pada akhir tahun ini.

Sistem ini dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems dan akan menjadi pelengkap dari sistem pertahanan udara Israel lainnya, yakni Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow, yang selama ini telah dipakai untuk menghadapi ribuan serangan roket.

Israel sendiri masih terlibat konflik berkepanjangan dengan Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, serta kelompok Houthi di Yaman. Perang di Gaza di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, dan ketegangan diprediksi masih akan berlanjut.

Laser untuk Iron Beam diproduksi oleh Elbit Systems. Sebagai perbandingan, satu unit roket pencegat konvensional saat ini menelan biaya sekitar US$50.000 atau Rp828 juta, sedangkan teknologi laser diyakini jauh lebih ekonomis.

“Keberhasilan uji coba ini menandai lonjakan besar dalam kemampuan pertahanan udara kami. Sistem senjata laser jarak jauh ini akan segera dikerahkan untuk melindungi langit Israel,” ungkap Kementerian Pertahanan Israel.

Hasil uji coba menunjukkan Iron Beam efektif dalam menghadapi berbagai ancaman, mulai dari roket, mortir, pesawat, hingga drone (UAV), dalam berbagai skenario tempur. Sistem pertahanan laser pertama akan segera diintegrasikan dengan jaringan pertahanan udara Israel sebelum tahun berakhir.

CEO Rafael, Yuval Steinitz, menjelaskan Iron Beam dirancang sebagai sistem berbasis darat dengan kekuatan laser tinggi yang khusus menanggulangi ancaman udara. Sementara Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel, Amir Baram, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak sejarah.

“Untuk pertama kalinya di dunia, sebuah sistem intersepsi berbasis laser berdaya tinggi telah mencapai tahap operasional penuh. Kami yakin teknologi ini akan menjadi game changer dalam peperangan modern,” tegas Baram.