Jet Tempur AS Jatuhkan Drone Iran yang Mendekati USS Abraham Lincoln

JurnalPatroliNews – Jakarta – Militer Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone serang milik Iran setelah pesawat tanpa awak tersebut bergerak mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan Laut Arab, Selasa, 2 Februari 2026 waktu setempat.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan, aksi penembakan dilakukan oleh jet tempur siluman F-35C Lightning II karena drone itu terbang dengan manuver agresif dan arah tujuan yang dinilai mencurigakan menuju kapal induk.

Pesawat F-35C tersebut diketahui lepas landas langsung dari USS Abraham Lincoln yang saat itu beroperasi sekitar 500 mil laut dari garis pantai selatan Iran. Meski CENTCOM tidak mengungkap satuan penerbang secara resmi, dokumentasi militer sebelumnya menunjukkan keberadaan skuadron VMFA-314 “Black Knights” di kapal induk tersebut.

Drone yang ditembak jatuh diidentifikasi sebagai Shahed-139, jenis wahana udara tak berawak jarak jauh buatan Iran yang juga dikenal luas karena penggunaannya dalam konflik Rusia–Ukraina. CENTCOM menyebut drone itu tetap melaju ke arah kapal induk meski pihak AS telah melakukan upaya deeskalasi di perairan internasional.

“Tindakan penembakan dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri untuk melindungi USS Abraham Lincoln dan seluruh awaknya,” demikian pernyataan CENTCOM sebagaimana dikutip dari DefenseScoop.

Insiden tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada aset militer Amerika Serikat.

Ketegangan di kawasan belum mereda. Beberapa jam berselang, dua kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama sebuah drone pengintai Mohajer dilaporkan mendekati kapal tanker berbendera AS, Stena Imperative, di Selat Hormuz. Armada Iran disebut bergerak dengan kecepatan tinggi dan sempat mengancam akan menaiki serta menyita kapal tersebut.

Merespons situasi itu, kapal perusak berpeluru kendali USS McFaul segera dikerahkan untuk mengawal tanker, didukung oleh unsur Angkatan Udara AS, hingga kondisi di lapangan kembali terkendali.