Khamenei Tuding Trump Dalang di Balik Protes Berdarah di Iran

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dalam gelombang demonstrasi yang melanda Iran.

Pernyataan keras itu disampaikan Khamenei dalam pidato di hadapan para pendukungnya saat peringatan hari besar keagamaan, Sabtu waktu setempat.

“Kami memandang presiden Amerika bersalah atas kematian, kerusakan, serta tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada bangsa Iran,” kata Khamenei, seperti dikutip AFP, Minggu, 18 Januari 2026.

Menurutnya, rangkaian protes yang mengguncang Iran bukanlah gerakan alami masyarakat, melainkan hasil rekayasa kekuatan asing. Khamenei menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari konspirasi Amerika Serikat yang bertujuan melemahkan kedaulatan Iran.

“Ini adalah konspirasi Amerika. Tujuan mereka adalah menelan Iran dan menempatkannya kembali di bawah dominasi militer, politik, dan ekonomi asing,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Khamenei juga menyerukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang ia anggap sebagai penghasut. Ia meminta aparat keamanan untuk mematahkan perlawanan para penggerak demonstrasi yang menentang otoritas ulama.

“Kami tidak ingin membawa negara ini ke perang, tetapi kami tidak akan mengampuni para penjahat domestik maupun internasional,” ujarnya di hadapan massa.

Ia menegaskan kembali bahwa pemerintah akan bersikap keras terhadap gelombang protes yang terjadi selama beberapa pekan terakhir. “Dengan rahmat Tuhan, bangsa Iran akan mematahkan punggung para penghasut, sebagaimana sebelumnya bangsa ini telah menggagalkan berbagai upaya hasutan,” katanya.

Iran sebelumnya diguncang aksi unjuk rasa berkepanjangan yang dipicu kesulitan ekonomi. Protes tersebut berkembang menjadi demonstrasi terbesar terhadap Republik Islam dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Kelompok pembela hak asasi manusia melaporkan penindakan aparat dilakukan secara mematikan, dengan ribuan korban jiwa dan pemadaman internet nasional selama penanganan protes.