JurnaPatroliNews – Jakarta – Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menginstruksikan penguatan masif terhadap unit-unit militer garis depan yang berada di kawasan perbatasan dengan Korea Selatan.
Langkah strategis ini diklaim oleh pihak Pyongyang sebagai upaya preventif guna mencegah meletusnya peperangan di Semenanjung Korea.
Berdasarkan laporan resmi kantor berita pusat Korea Utara, KCNA, Kim Jong-un menegaskan ambisinya untuk mengubah seluruh wilayah perbatasan menjadi sebuah barikade dan benteng pertahanan yang tidak akan bisa ditembus oleh kekuatan lawan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kim di hadapan para komandan divisi serta brigade Angkatan Darat Korea Utara pada pertemuan taktis hari Minggu.
Selain memperketat penjagaan fisik di garis depan, Kim juga menyerukan adanya penyesuaian mendasar pada sistem pelatihan militer. Ia mendesak perluasan latihan taktis yang adaptif dan sejalan dengan perkembangan sistem peperangan modern.
Ke depan, Pyongyang dilaporkan bakal mendefinisikan ulang seluruh konsep operasi militer luar ruang mereka.
Dalam pidatonya, Kim mengingatkan jajaran komandannya untuk tetap berada dalam tingkat kewaspadaan tertinggi terhadap pihak yang ia sebut sebagai musuh bebuyutan.
Istilah musuh bebuyutan itu sendiri merupakan narasi doktriner yang kerap digunakan otoritas Korea Utara untuk merujuk pada negara tetangga mereka, Korea Selatan.
Secara historis, ketegangan di Semenanjung Korea telah berlangsung sejak pecahnya perang besar pada era 1950-an.
Hingga detik ini, hubungan kedua negara secara hukum internasional masih berada dalam status aktif berperang, lantaran konflik masa lalu tersebut hanya disudahi melalui kesepakatan gencatan senjata, bukan lewat traktat atau perjanjian damai yang resmi.
Sementara itu, laporan intelijen dari Staf Gabungan Militer Korea Selatan mengonfirmasi bahwa pergerakan penguatan militer di zona pembatas oleh Korea Utara sebenarnya telah mengalami peningkatan signifikan sejak Maret lalu.
Salah satu indikator fisik yang paling terlihat di lapangan adalah masifnya proyek pembangunan struktur tembok pembatas baru oleh pasukan Pyongyang.













