JurnalPatroliNews – Jakarta – Masyarakat Turki diperkirakan akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Perkiraan tersebut merujuk pada kalender resmi hari libur nasional di Turki serta perhitungan kalender Islam yang digunakan otoritas setempat.
Sehari sebelum hari raya, warga Turki biasanya memperingati hari yang dikenal sebagai “Arife”. Tahun ini, Arife diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Hari tersebut menjadi momen bagi masyarakat untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang perayaan Idulfitri.
Di Turki, Idulfitri dikenal dengan sebutan Ramazan Bayramı dan biasanya dirayakan selama tiga hari, yang tahun ini diperkirakan berlangsung hingga 22 Maret 2026.
Meski demikian, tanggal pasti perayaan tetap menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit baru oleh Direktorat Urusan Keagamaan Turki.
Selain dikenal sebagai Ramazan Bayramı, masyarakat Turki juga menyebut Idulfitri sebagai Şeker Bayramı. Sebutan ini berasal dari tradisi membagikan berbagai makanan manis kepada anak-anak dan tamu yang datang berkunjung.
Selama perayaan, keluarga biasanya saling bersilaturahmi, bertukar ucapan selamat, serta menyajikan beragam hidangan penutup khas seperti Baklava, Güllaç, dan cokelat. Anak-anak biasanya menerima hadiah kecil atau uang dari orang yang lebih tua, sementara generasi muda mengunjungi orang tua serta kerabat sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk memohon doa dan berkah.
Seperti halnya di Indonesia, Idulfitri juga merupakan hari libur nasional di Turki. Banyak kantor, sekolah, dan tempat usaha tutup selama beberapa hari. Suasana perayaan di berbagai kota pun biasanya diwarnai dengan kegiatan kumpul keluarga, jamuan makan bersama, hingga aktivitas sosial di masyarakat.
Sementara itu di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Kamis sore, 19 Maret 2026, untuk menetapkan secara resmi tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah di Tanah Air.














