JurnalPatroliNews | Buenos Aires — Sebuah era panjang dalam sepak bola Argentina akhirnya mencapai penghujung. Lionel Messi memutuskan mengakhiri perjalanan internasionalnya bersama tim nasional Argentina pada usia 39 tahun.
Keputusan tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu perjalanan paling fenomenal dalam sejarah sepak bola dunia. Selama bertahun-tahun, Messi bukan hanya menjadi pemain penting bagi Argentina, tetapi juga menjelma sebagai simbol perjuangan, harapan, sekaligus kebanggaan publik La Albiceleste.
Bagi Messi, meninggalkan tim nasional bukan keputusan yang lahir secara tiba-tiba. Ia mengaku telah memikirkan langkah tersebut dengan matang setelah melewati perjalanan panjang yang diwarnai keberhasilan maupun masa-masa sulit.
Salah satu puncak perjalanan itu terjadi ketika Messi membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 di Qatar. Trofi tersebut sekaligus melengkapi pencapaian terbesar yang selama bertahun-tahun menjadi impian sang megabintang.
Setelah menghabiskan sebagian besar kariernya mengenakan seragam Argentina, Messi kini harus menerima kenyataan bahwa perannya di lapangan bersama tim nasional telah berakhir.
Dalam pesan perpisahannya, Messi menyampaikan bahwa keputusan tersebut tidak mudah. Ia juga mengungkapkan kerinduannya terhadap atmosfer pertandingan bersama Argentina, termasuk energi luar biasa yang selalu diberikan para pendukung.
Namun, Messi memastikan kecintaannya terhadap tim nasional tidak akan berakhir bersamaan dengan keputusannya meninggalkan lapangan.
Ia justru membayangkan peran baru di luar lapangan: menjadi pendukung Argentina dari tribun penonton.
Transformasi itu menjadi simbol bahwa meski tidak lagi berjuang sebagai pemain, ikatan Messi dengan tim nasional tetap melekat. Ia akan tetap memberikan dukungan kepada generasi berikutnya yang meneruskan perjuangan Argentina di pentas internasional.
Keputusan tersebut kemudian mendapat respons luas dari berbagai kalangan. Penghormatan datang dari keluarga, penggemar, tokoh sepak bola hingga jajaran pemimpin negara.
Antonela Roccuzzo, istri Messi, turut menyampaikan pesan emosional melalui media sosial. Ia mengenang perjalanan panjang sang suami, termasuk berbagai tekanan dan kesulitan yang harus dilewati sebelum akhirnya mampu mengangkat trofi Piala Dunia bersama Argentina.
Perjalanan Messi bersama Argentina memang tidak selalu berjalan mulus.
Sebelum mencapai puncak kejayaan, ia harus melewati sejumlah kegagalan di turnamen besar. Kritik terhadap performanya bahkan pernah menjadi bagian dari perjalanan karier internasionalnya.
Namun, Messi tidak berhenti. Ia terus kembali memperkuat Argentina hingga akhirnya berhasil mempersembahkan gelar Copa América dan Piala Dunia.
Presiden Argentina Javier Milei juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Messi. Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan penghormatan terhadap warisan yang ditinggalkan pemain yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu wajah utama sepak bola dunia tersebut.
Bagi Argentina, kepergian Messi dari tim nasional bukan sekadar kehilangan seorang pemain. La Albiceleste harus bersiap memasuki babak baru setelah bertahun-tahun menjadikan Messi sebagai pusat permainan dan figur utama di ruang ganti.
Bagi dunia sepak bola, keputusan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap era, bahkan era pemain sebesar Messi, pada akhirnya memiliki batas.
Kini, nomor punggung dan jersey Argentina yang selama ini melekat pada sosoknya akan menjadi bagian dari sejarah. Messi tidak lagi berada di garis depan untuk mengejar kemenangan bersama La Albiceleste.
Namun, kecintaannya terhadap Argentina dipastikan tidak berhenti.
Dari lapangan menuju tribun penonton, sang maestro kini memasuki babak baru. Bukan lagi sebagai kapten yang memimpin rekan-rekannya, melainkan sebagai seorang suporter yang menyaksikan dan memberikan dukungan dari luar lapangan.
Warisan Messi bersama Argentina pun akan jauh lebih panjang daripada sekadar catatan statistik. Ia meninggalkan kisah tentang kegagalan, ketekunan, kritik, kebangkitan, hingga keberhasilan mencapai trofi yang pernah begitu lama dikejar.
Dan ketika perjalanan itu akhirnya ditutup, nama Lionel Messi tetap akan berdiri sebagai salah satu bagian terpenting dalam sejarah sepak bola Argentina.















Komentar