JurnalPatroliNews – Jakarta – Pelatih baru timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya membeberkan alasan di balik keputusannya menerima tawaran PSSI untuk menakhodai skuad Garuda.
Mantan pelatih timnas Kanada yang sukses meloloskan negaranya ke Piala Dunia 2022 tersebut melihat kemiripan antara potensi sepak bola Indonesia saat ini dengan situasi Kanada beberapa tahun lalu saat ia baru memulai proyek transformasinya.
Herdman menyoroti ketersediaan kumpulan talenta yang besar di Indonesia sebagai faktor utama. Ia menilai Indonesia memiliki kombinasi kekuatan yang menarik, yaitu bibit pemain lokal yang melimpah serta peluang besar dalam merekrut pemain dwikewarganegaraan atau diaspora. Bagi pelatih asal Inggris ini, mengelola potensi besar di negara yang luas merupakan tantangan yang selalu memicu gairah kepelatihannya.
Selain faktor teknis, intensitas dukungan dari suporter fanatik Indonesia menjadi magnet tersendiri bagi Herdman. Ia percaya bahwa energi luar biasa dari penggemar sepak bola di tanah air dapat menjadi bahan bakar utama untuk membangun tim yang kompetitif di level Asia.
Baginya, proyek yang tepat adalah proyek yang melibatkan emosi dan gairah besar dari seluruh elemen pendukungnya.
PSSI memberikan kepercayaan kepada Herdman dengan kontrak awal berdurasi dua tahun disertai opsi perpanjangan. Salah satu poin menarik dalam kesepakatan ini adalah peran Herdman yang akan mengawasi lintas level usia, termasuk timnas U-23.
Strategi ini diambil agar Herdman dapat membenamkan diri sepenuhnya dalam kultur dan kebiasaan pemain Indonesia guna menciptakan koneksi yang lebih mendalam.
Agenda padat telah menanti pelatih berusia 50 tahun ini. Setelah perkenalan resmi pekan depan, Herdman akan langsung mempersiapkan tim untuk FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada akhir Maret 2026.
Dengan visi jangka menengah dan panjang, Herdman optimistis dapat mengulang keberhasilannya di Kanada dan membawa timnas Indonesia mencapai level baru dalam peta persaingan internasional.














