JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras merespons tewasnya Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani.
Dalam pidato resminya, Khamenei menegaskan bahwa para pelaku di balik pembunuhan tersebut akan menghadapi konsekuensi berat dan menyebut peristiwa ini sebagai titik didih baru dalam konflik yang tengah berlangsung.
Melalui kantor berita semi-resmi Tasnim, Khamenei menyatakan duka mendalam atas kepergian Larijani. Ia menggambarkan sosok almarhum sebagai figur yang cerdas, berdedikasi, serta merupakan salah satu pilar terpenting dalam struktur pemerintahan Iran saat ini.
Pembunuhan terhadap sosok sekaliber Larijani, menurut Khamenei, secara tidak langsung menunjukkan betapa besarnya pengaruh sang kepala keamanan serta dalamnya kebencian musuh-musuh Islam terhadap kedaulatan Iran.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang kian memuncak antara Iran dengan blok Amerika Serikat dan Israel.
“Kaum anti-Islam harus menyadari bahwa menumpahkan darah di kaki pohon sistem Islam justru akan membuatnya semakin kokoh. Setiap tetes darah memiliki harga yang harus segera dibayar oleh para pembunuh kriminal para syuhada,” tegas Khamenei sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (19/3/2026).
Prinsip “darah dibalas darah” yang dilontarkan sang pemimpin tertinggi ini diprediksi akan memicu gelombang serangan balasan baru di kawasan Timur Tengah.
Teheran menilai serangan terhadap pejabat tinggi negara sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak bisa ditoleransi.
Pemerintah Iran memastikan bahwa sistem pertahanan dan militer mereka kini dalam kondisi siaga penuh. Sementara itu, komunitas internasional terus memantau pergerakan Iran guna mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi global.














