JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Maroko mempercepat implementasi program bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir di kawasan utara dan barat negara tersebut. Langkah ini diambil setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama hampir dua bulan terakhir dan memicu kerusakan luas.
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Minggu (15/2/2026), program bantuan ini dilaksanakan atas instruksi langsung Kerajaan. Seluruh kementerian serta lembaga terkait telah dikerahkan untuk memastikan penanganan dampak banjir berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah menyebut kebijakan bantuan disusun setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan, termasuk tingkat kerusakan dan kebutuhan riil masyarakat terdampak.
“Sesuai arahan Kerajaan, pemerintah meluncurkan program terpadu untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang terdampak banjir di wilayah utara dan barat,” demikian pernyataan resmi pemerintah.
Dalam skema bantuan tersebut, pemerintah menyiapkan dukungan keuangan berjenjang. Setiap keluarga terdampak akan menerima bantuan tunai langsung hingga 6.000 dirham Maroko (MAD). Selain itu, tersedia bantuan sebesar 15.000 MAD untuk perbaikan rumah dan usaha kecil, serta dana maksimal 140.000 MAD bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau roboh akibat banjir.
Terkait bantuan darurat yang dijadwalkan mulai disalurkan pekan depan, pemerintah juga mengumumkan mekanisme pendaftaran bagi warga terdampak. Kepala keluarga diminta mengirim pesan singkat ke nomor 1212 dengan mencantumkan nomor kartu identitas nasional elektronik (CNIE) serta tanggal lahir untuk keperluan verifikasi dan percepatan proses bantuan.
Sementara itu, untuk bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi, komisi khusus akan melakukan pendataan mendetail di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona bencana. Warga yang memenuhi kriteria juga diberi kesempatan mengajukan permohonan tambahan yang akan ditinjau secara transparan sesuai ketentuan.
Di sektor pertanian, pemerintah turut menyiapkan langkah pemulihan dengan meluncurkan program tanam musim semi yang disesuaikan dengan karakteristik daerah terdampak. Program tersebut mencakup dukungan untuk tanaman minyak, sereal, serta pakan ternak, disertai bantuan benih dan pupuk guna mempercepat pemulihan aktivitas pertanian pascabanjir.














