JurnalPatroliNews – Jakarta – Kota Indore di Negara Bagian Madhya Pradesh, India, dilanda wabah diare serius yang diduga kuat bersumber dari air minum terkontaminasi. Peristiwa ini menelan korban jiwa dan memaksa ratusan warga mendapatkan perawatan medis, meski Indore dikenal sebagai kota dengan predikat paling bersih di India selama delapan tahun berturut-turut.
Seorang legislator lokal, Kailash Vijayvargiya, menyatakan bahwa jumlah korban meninggal mencapai sembilan orang. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada media pada Jumat, 2 Januari 2025, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Dinas Kesehatan Indore mengungkapkan bahwa pencemaran air terjadi akibat kebocoran jaringan pipa di kawasan Bhagirathpur. Kepala Dinas Kesehatan setempat, Madhav Prasad Hasani, menjelaskan bahwa pemeriksaan awal terhadap sampel air menemukan keberadaan bakteri berbahaya dalam saluran distribusi air minum warga.
“Air di wilayah Bhagirathpur terkontaminasi karena adanya kebocoran pipa. Hasil uji awal menunjukkan adanya bakteri di dalam jaringan pipa,” ujarnya.
Meski demikian, Hasani menyebut pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan untuk memastikan data akhir, termasuk angka pasti korban meninggal. Ia memastikan lebih dari 200 warga dari kawasan terdampak kini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di Indore.
Sebagai respons cepat, otoritas setempat mengerahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan langsung ke rumah-rumah warga. Selain itu, tablet klorin dibagikan secara massal guna membantu masyarakat memurnikan air sebelum dikonsumsi.
Pejabat Administrasi Distrik Indore, Shravan Verma, mengatakan pihaknya telah menemukan lokasi kebocoran yang diduga menjadi sumber utama pencemaran dan segera melakukan perbaikan pada titik tersebut.
“Satu titik kebocoran yang berpotensi mencemari pasokan air telah kami identifikasi dan diperbaiki,” kata Verma.
Ia menambahkan, hingga kini sebanyak 8.571 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 338 orang tercatat mengalami gejala ringan dan saat ini berada dalam pengawasan tim medis.














