Saksikan Video Yang Baru Dibuka, Rudal Iran Menghujani Pangkalan AS di Irak Setelah Pembunuhan Soleimani

  • Whatsapp
Foto : RT

Jurnalpatrolinews – Washington : Pentagon telah mendeklasifikasi rekaman drone yang belum pernah dilihat sebelumnya yang menunjukkan rentetan rudal Iran yang menghantam pangkalan udara Amerika di Irak tahun lalu, diluncurkan sebagai tanggapan atas serangan pembunuhan AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani.

Komando Pusat AS merilis rekaman yang tidak diklasifikasikan ke CBS untuk segmen ’60 Menit ‘selama akhir pekan, di mana enam rudal Qiam 1 terlihat menghujani pangkalan udara Ayn al-Asad, yang menampung pasukan AS di Provinsi Anbar barat Irak.

Bacaan Lainnya

Difilmkan dalam infra merah kasar, video beranotasi singkat menunjukkan rudal yang masuk saat mereka menghantam hanggar perawatan pesawat dan fasilitas pangkalan lainnya, meledakkan dan mengirimkan kolom asap hitam ke langit.

Rekaman itu diambil pada 8 Januari 2020 oleh pesawat tak berawak Amerika yang berdengung di atas pangkalan, sekitar lima hari setelah Soleimani tewas dalam serangan udara AS di dekat bandara Baghdad, yang diperintahkan oleh presiden saat itu Donald Trump.

Secara total, setidaknya 11 rudal Qaim ditembakkan ke Ayn al-Asad dalam serangan balik Iran, menurut menteri pertahanan saat itu, Mark Esper – meskipun laporan CBS menyebutkan angka 16, yang menyatakan bahwa beberapa proyektil telah gagal menembak. Meskipun tidak ada tentara AS yang tewas dalam serangan itu, 110 anggota tentara akhirnya didiagnosis dengan cedera otak traumatis karena jarak mereka yang dekat dengan ledakan.

Sementara para pejabat militer AS sejak itu memuji intelijen Amerika karena memperingatkan mereka tentang serangan yang akan datang dan memungkinkan evakuasi pesawat dan aset lainnya sebelumnya, perdana menteri Irak saat itu Adel Abdul Mahdi mencatat bahwa Iran sendiri mengirim peringatan sebelumnya ke Baghdad, yang diteruskan ke Washington. . Kepemimpinan Iran juga berpendapat serangan itu dimaksudkan sebagai unjuk kekuatan, bukan untuk menimbulkan korban, setelah pembunuhan Soleimani.

Pihak berwenang di Kurdistan Irak mencatat bahwa setidaknya dua rudal jarak pendek menargetkan Bandara Internasional Erbil, yang juga menampung pasukan AS, dalam serangan 8 Januari. Pangkalan yang sama di Erbil terkena serangan roket baru-baru ini, yang memicu serangan udara balasan dari Washington. Namun, salah satu kelompok milisi Irak yang disalahkan atas serangan itu, Kataib Hezbollah, membantah terlibat dalam insiden tersebut.  (***/. dd – rt)

 

Pos terkait