Meski Stoltenberg memimpin dalam waktu yang lama, rekor masa jabatan terlama sebagai Sekjen NATO masih dipegang oleh diplomat Belanda, Joseph Luns, yang menjabat selama 12 tahun.
Mark Rutte memulai masa kepemimpinannya di tengah perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung mendekati 1.000 hari. Ia menegaskan bahwa isu Ukraina tetap menjadi prioritas utama bagi NATO, di samping situasi di Timur Tengah dan Lebanon.
“Ukraina adalah prioritas tertinggi kami, diikuti dengan pengawasan situasi di Lebanon,” ujar Rutte, seperti dilaporkan Associated Press.
Selain itu, ada kekhawatiran di kalangan anggota NATO terkait pemilihan presiden AS yang akan datang. Jika Donald Trump kembali terpilih, hal tersebut bisa memengaruhi stabilitas aliansi seperti yang terjadi pada masa kepemimpinannya sebelumnya, di mana ia mendesak peningkatan anggaran pertahanan anggota dan mempertanyakan prinsip keamanan kolektif NATO.














