Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 570 Orang, Ratusan Ribu Warga Mengungsi


JurnalPatroliNews – BEIRUT – Serangan militer Israel di wilayah Lebanon dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 570 orang dan melukai 1.444 lainnya sejak eskalasi konflik dimulai pada 2 Maret 2026.

Konflik yang terus memanas juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Pemerintah Lebanon mencatat sekitar 759.300 warga telah terdaftar sebagai pengungsi akibat serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dikutip dari Xinhua News Agency, Rabu (11/3/2026), dari jumlah pengungsi tersebut sekitar 122.600 orang kini tinggal di 580 lokasi penampungan yang disediakan pemerintah untuk menampung warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Di tengah situasi yang kian tegang, Israel dilaporkan kembali melancarkan tiga serangan udara di wilayah pinggiran selatan Beirut pada Selasa sore (10/3/2026). Selain itu, serangan juga terus terjadi di sejumlah wilayah di Lebanon selatan, menurut laporan National News Agency.

Eskalasi konflik bermula setelah kelompok bersenjata Hezbollah menembakkan roket dari wilayah Lebanon ke arah Israel pada 2 Maret 2026. Serangan tersebut disebut sebagai yang pertama sejak gencatan senjata diberlakukan pada 27 November 2024.

Militer Israel kemudian menyatakan telah meluncurkan apa yang disebut sebagai “kampanye militer ofensif” terhadap Hezbollah. Operasi tersebut mencakup serangan udara skala besar di berbagai wilayah Lebanon serta operasi darat di dekat wilayah perbatasan kedua negara.

Pihak Israel juga memperingatkan warga sipil untuk meninggalkan wilayah selatan Sungai Litani serta kawasan pinggiran selatan Beirut karena area tersebut menjadi target operasi militer yang sedang berlangsung.