Studi: Perubahan Iklim Jadi Penyebab Perceraian Burung Albatros Meski Burung Itu Dikenal Setia

Kenaikan suhu air laut membuat lebih banyak burung albatros meninggalkan pasangannya. Foto : FRANCESCO VENTURA

JurnalPatroliNews – Kenaikan air laut, banjir di mana-mana, dan kebakaran hutan yang semakin parah merupakan dampak perubahan iklim yang bisa kita saksikan secara kasat mata. Namun, tahukah Anda ada dampak perubahan iklim, yang mungkin tidak bisa kita saksikan langsung, tapi benar-benar terjadi dan bisa mengancam keseimbangan yang ada di Bumi.

Para peneliti baru saja menemukan bahwa perubahan iklim juga mempengaruhi kehidupan albatros, burung laut terbesar di dunia. Hasil penelitian mereka menunjukkan jumlah perceraian albatros meningkat drastis, padahal albatros dikenal setia.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society mengamati 15.500 pasangan kawin burung albatros di Kepulauan Falkland selama 15 tahun.

Dalam istilah manusia, perceraian albatros pada dasarnya hanya selingkuh. Hal itu terjadi ketika salah satu pasangannya menjalin hubungan dengan albatros lain yang sudah memiliki pasangan.

Albatros juga memiliki fase pertumbuhan seperti manusia, yang mencoba (dan terkadang gagal) untuk mencari cara terbaik dalam menjalin hubungan.

Namun, pada akhirnya, ketika mereka menemukan pasangan yang cocok, mereka biasanya tetap bersama seumur hidup.

Hanya 1% albatros yang berpisah setelah memilih pasangan hidup mereka. Jumlah ini jauh lebih rendah daripada tingkat perceraian manusia di Inggris.

“Monogami dan ikatan jangka panjang sangat umum bagi albatros,” kata Francesco Ventura, peneliti di University of Lisbon yang terlibat dalam penelitian perceraian burung laut itu.

Perubahan iklim ternyata menguji kesetiaan albatros. Sepanjang durasi penelitian, peningkatan suhu air laut yang membuat air menjadi lebih hangat, ternyata juga meningkatkan angka perceraian albatros menjadi 8%.

‘Perceraian yang disebabkan oleh kondisi lingkungan’

Penelitian tersebut menunjukkan “perceraian yang didorong oleh kondisi lingkungan mungkin merupakan konsekuensi yang diabaikan” dari perubahan iklim.

Biasanya, perceraian albatros terjadi ketika mereka gagal berkembang biak. Kondisi itu memaksa mereka menemukan pasangan baru di musim kawin berikutnya.

Namun, dalam penelitian tersebut, albatros tetap berpisah meskipun musim kawin mereka sukses.

Pos terkait