JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Swedia menegaskan bahwa negara-negara dengan kekuatan besar tidak berhak bertindak sewenang-wenang dalam menghadapi konflik internasional. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, penghormatan terhadap hukum internasional dinilai semakin krusial.
Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menilai bahwa situasi global saat ini menuntut sikap lebih bertanggung jawab dari para aktor utama dunia. Ia mendorong negara-negara yang tengah bersitegang untuk kembali ke pola hubungan diplomatik yang konstruktif dan menjauhi pernyataan-pernyataan provokatif.
Menurut Stenergard, Denmark dan Amerika Serikat seharusnya mampu meredakan ketegangan akibat pernyataan-pernyataan terbaru yang memicu polemik, lalu melanjutkan kerja sama sebagaimana yang telah terjalin selama ini.
Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan Swedia terhadap berbagai dinamika global belakangan ini, termasuk aksi militer Amerika Serikat di Venezuela serta meningkatnya perhatian terhadap isu kedaulatan Greenland.
Stenergard menggambarkan kondisi global saat ini sebagai titik penentuan penting bagi tatanan internasional.
“Dunia sedang berada di persimpangan yang akan menentukan apakah prinsip-prinsip hukum internasional tetap dihormati atau justru diabaikan,” ujarnya.
Swedia juga secara terbuka menyatakan sikap kritis terhadap langkah militer AS di Venezuela yang dinilai tidak selaras dengan norma hukum internasional. Ia menekankan bahwa kekuatan global tidak semestinya menggunakan pengaruhnya tanpa memperhatikan aturan dan batasan hukum yang berlaku.
Lebih lanjut, Stenergard menegaskan bahwa komunitas internasional harus menolak praktik di mana negara kuat merasa bebas bertindak tanpa konsekuensi hukum.














