Tiongkok Berlakukan Nol Tarif Impor untuk Hampir Seluruh Afrika Mulai 1 Mei

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Xi Jinping mengumumkan kebijakan penghapusan tarif impor atau zero tariff bagi hampir seluruh negara di Afrika yang akan mulai berlaku pada 1 Mei mendatang. Kebijakan tersebut diumumkan dalam pidato Xi di markas African Union Commission di Addis Ababa, bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tahunan Uni Afrika.

Seperti dikutip dari China Daily, Minggu (15/2/2026), Xi menyatakan kebijakan nol tarif tersebut bertujuan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan negara-negara Afrika melalui peningkatan akses pasar ke Tiongkok.

“Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat perdagangan dan memperkuat kemitraan pembangunan antara Tiongkok dan Afrika,” ujar Xi di hadapan para pemimpin Afrika yang tengah membahas agenda kerja sama ekonomi kawasan.

Kebijakan tersebut menandai perluasan signifikan dari skema yang sebelumnya hanya berlaku bagi 33 negara Afrika. Tahun lalu, Beijing menyatakan komitmennya untuk memperluas fasilitas nol tarif ke seluruh mitra diplomatiknya di benua Afrika sebagai bagian dari upaya memperdalam hubungan dagang dan investasi.

Mulai 1 Mei, kebijakan penghapusan tarif akan mencakup hampir seluruh negara Afrika, dengan pengecualian Eswatini, yang hingga kini masih mempertahankan hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Tiongkok saat ini merupakan mitra dagang terbesar Afrika dan menjadi pendukung utama berbagai proyek infrastruktur di benua tersebut melalui inisiatif Belt and Road Initiative.

Sejumlah negara Afrika belakangan juga semakin memperkuat kerja sama ekonomi dengan Tiongkok dan mitra dagang alternatif lainnya, seiring kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap perdagangan global pada tahun lalu. Kebijakan tersebut mendorong banyak negara berkembang mencari jalur perdagangan yang lebih stabil dan menguntungkan.

Dengan diberlakukannya nol tarif impor ini, Beijing berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra strategis utama Afrika sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di kawasan tersebut.