JurnalPatroliNews – Jakarta – Kecelakaan transportasi terjadi di Milan, Italia, setelah sebuah trem keluar dari rel dan menabrak bangunan pada Jumat pagi waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 38 lainnya.
Laporan AFP yang dikutip Sabtu (28/2/2026) menyebutkan, satu korban meninggal dunia setelah tertabrak trem ketika kendaraan keluar jalur. Korban kedua merupakan penumpang yang berada di dalam trem.
Media lokal melaporkan salah satu korban adalah pria warga Italia berusia sekitar 60 tahun. Sementara korban lainnya, seorang pria asal Senegal, meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut. “Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban dan seluruh pihak yang terdampak,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Sebanyak 38 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi para korban dan membungkus mereka dengan selimut darurat, sementara ambulans membawa korban luka berat ke fasilitas medis terdekat.
Wali Kota Milan, Giuseppe Sala, menyebut trem yang terlibat kecelakaan tergolong baru dan dikemudikan masinis berpengalaman. Namun, hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan kesalahan manusia.
“Sepertinya ini bukan masalah teknis, melainkan terkait dengan pengemudi,” kata Sala di lokasi kejadian.
Masinis yang kini dirawat di rumah sakit dengan luka ringan dilaporkan sempat mengeluhkan kondisi badan yang tidak sehat sebelum insiden terjadi. Hingga kini, otoritas setempat masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan pelanggaran batas kecepatan trem yang ditetapkan 50 kilometer per jam.














