Trump Kucurkan Bantuan Rp200 Triliun untuk Sektor Pertanian Amerika

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump resmi meluncurkan paket bantuan bernilai 12 miliar Dolar AS setara kurang lebih Rp200 triliun untuk menopang para petani yang terdampak kebijakan tarif dagang yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump sendiri. Pengumuman tersebut disampaikan pada Senin, 8 Desember 2025 waktu Washington.

Trump menjelaskan bahwa anggaran bantuan tersebut bersumber dari pemasukan negara melalui pungutan tarif impor.

“Kami mengambil sebagian kecil dari pendapatan tarif itu dan menyalurkannya kembali sebagai dukungan finansial untuk para petani,” ujar Trump, sebagaimana dilaporkan Al-Jazeera pada Selasa, 9 Desember 2025.

Dalam skema bantuan tersebut, sekitar 11 miliar Dolar AS akan dialokasikan melalui program baru bertajuk Farmer Bridge Assistance. Program ini difokuskan untuk membantu petani tanaman baris yang tertekan akibat perang dagang dan meningkatnya biaya produksi. Pemerintah masih menyusun rencana penyaluran untuk sisa dana sekitar 1 miliar Dolar AS.

Kondisi Pertanian Masih Rentan Menurut Riset

Meskipun injeksi dana jumbo diberikan, sejumlah lembaga akademik dan kelompok riset menilai sektor pertanian Amerika belum berada pada titik aman. Penelitian dari Universitas Missouri memperkirakan pendapatan bersih pertanian nasional dapat merosot lebih dari 30 miliar Dolar AS pada 2026, dipicu oleh melemahnya harga komoditas dan menurunnya pembayaran dari pemerintah.

Dari sisi komoditas kedelai, Asosiasi Kedelai Amerika juga memprediksi kerugian masih akan menghantui petani kedelai hingga tahun ketiga berturut-turut pada 2025, sebuah tren yang bahkan sudah muncul sebelum kebijakan tarif diberlakukan.

Pemerintah Tetap Tampilkan Optimisme

Pemerintahan Trump tetap menyuarakan keyakinan terhadap prospek sektor pertanian. Mereka menyoroti komitmen dalam kesepakatan dagang antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang mewajibkan Beijing membeli 12 juta ton kedelai Amerika pada 2025, disusul 25 juta ton per tahun untuk tiga tahun mendatang.

Walaupun realisasinya masih jauh dari target, Gedung Putih menyatakan bahwa pembelian kedelai oleh Tiongkok berjalan “sesuai rencana”.

Secara keseluruhan, sepanjang tahun ini diproyeksikan bahwa para petani AS akan menerima hampir 40 miliar Dolar AS melalui bantuan ekonomi dan subsidi pemerintah, termasuk dari program pertolongan bencana dan dukungan pendapatan.