Krisis Fentanil: Trump Minta China Batasi Ekspor, Janji Kurangi Tarif

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang untuk menurunkan tarif terhadap barang-barang impor asal China.

Kebijakan tersebut akan dipertimbangkan jika Beijing bersedia membatasi ekspor bahan kimia prekursor yang digunakan untuk memproduksi fentanil, salah satu obat terlarang yang memicu krisis overdosis di Amerika Serikat.

Dilansir dari Reuters, Kamis (30/10/2025), Trump menyebut rencana pengurangan tarif ini sebagai bentuk imbalan atas kerja sama nyata dari pemerintah China dalam mengatasi masalah fentanil.

“Kami bisa menurunkan tarif jika mereka benar-benar berkomitmen membatasi ekspor bahan kimia itu,” kata Trump.

Pemerintah China dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap isu tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyampaikan bahwa Beijing bersimpati terhadap krisis fentanil di Amerika Serikat dan telah memberikan bantuan yang dinilai membawa hasil positif.

“China bersimpati atas krisis fentanil dan telah menawarkan serta memberikan bantuan yang nyata,” ujar Guo. Ia menegaskan bahwa China siap melanjutkan kerja sama dengan Washington.

selama Amerika Serikat menunjukkan langkah konkret untuk memperkuat kemitraan dalam pengawasan perdagangan bahan kimia berisiko tinggi tersebut.

Sebelumnya, pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif sebesar 20 persen terhadap barang impor dari China.

Kebijakan itu diterapkan sebagai bentuk tekanan terhadap Beijing yang dianggap gagal menghentikan aliran bahan kimia ke pasar gelap yang digunakan dalam produksi fentanil.

Meski kedua negara sempat menyepakati gencatan dagang sementara, tarif tersebut masih berlaku hingga saat ini.

Beijing menolak tudingan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa sistem pengawasan bahan kimia di negaranya sudah ketat. Pemerintah China juga menilai isu fentanil sering digunakan Washington sebagai alat tekanan politik dan ekonomi terhadap negaranya.