JurnalPatroliNews – Jakarta – Anggota Kongres Amerika Serikat, Randy Fine, kembali menjadi pusat kontroversi setelah mengeluarkan pernyataan bernada ekstrem terkait Palestina dalam sebuah sidang di Washington.
Fine, yang dikenal sebagai sekutu politik Presiden Donald Trump, menyampaikan komentar yang dinilai memprovokasi dan diskriminatif saat membahas isu keamanan di Tepi Barat.
Dalam forum tersebut, Fine mempertanyakan kemungkinan terjadinya perundingan damai dengan pihak Palestina. Ia menyatakan bahwa sulit mencapai perdamaian ketika, menurutnya, ada kelompok yang secara konsisten menyerukan penghapusan Israel.
“Jika Anda berhadapan dengan kelompok yang terus meneriakkan penghancuran Israel, bagaimana mungkin Anda bisa membangun perdamaian?” ujar Fine, seperti diberitakan Al Jazeera pada Kamis, 11 November 2025.
Komentar Fine muncul setelah merespons pernyataan Morton Klein, Presiden Organisasi Zionis Amerika, yang menyebut bahwa Islam membutuhkan proses reformasi. Klein juga menyinggung bahwa banyak pihak enggan berbicara terang-terangan karena khawatir dituduh Islamofobia.
“Saya tidak gentar dengan label itu,” jawab Fine menegaskan sikapnya.
Pernyataan tersebut memicu kecaman dari pengamat dan kelompok masyarakat sipil, yang menilai ucapan Fine sebagai contoh nyata Islamofobia yang justru memperkeruh situasi. Kritik ini muncul di tengah memanasnya keadaan di Tepi Barat, termasuk meningkatnya kekerasan oleh pemukim Israel dan tewasnya dua warga negara AS sepanjang tahun akibat serangan di wilayah itu.














