Ukraina: Lebih dari 1.400 Warga Afrika Direkrut Jadi Pasukan Rusia

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Ukraina mengungkap bahwa lebih dari 1.400 warga negara Afrika telah bergabung dengan militer Rusia dalam konflik yang masih berlangsung.

Informasi tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, dikutip dari Reuters pada Minggu, 9 November 2025.

Sybiha menyebut bahwa Moskow aktif mencari personel tambahan dari berbagai negara, termasuk Afrika, dengan metode yang dinilai menipu dan merugikan orang-orang yang direkrut.

Ia menilai kontrak yang ditawarkan sama saja seperti “vonis mati.”

“Mereka yang direkrut dari luar negeri sering dikirim dalam gelombang serangan frontal yang mematikan, sehingga banyak yang gugur dalam waktu singkat,” ujar Sybiha di platform X.

Temuan ini mendorong sejumlah negara Afrika mengambil langkah penyelidikan.
Afrika Selatan menyatakan sedang menelusuri dugaan keterlibatan 17 warganya yang disebut bergabung dengan kelompok tentara bayaran dan kemudian meminta bantuan untuk kembali ke tanah air.

Dari Kenya, pemerintah melaporkan bahwa beberapa warganya pernah ditahan di salah satu kamp militer di Rusia setelah tanpa sengaja terseret konflik.

Menurut Sybiha, jumlah warga Afrika yang ikut serta kemungkinan melebihi angka awal 1.436 orang dari 36 negara yang sudah berhasil diidentifikasi. Ia menyebut sebagian besar tentara asing yang kini ditahan pasukan Ukraina ditangkap ketika menjalani misi tempur perdana.

Ukraina berencana merilis data lebih detail mengenai negara asal para perekrut maupun anggota pasukan asing tersebut dalam waktu dekat.