JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah negara-negara Arab di kawasan Teluk mengeluarkan larangan keras terkait pengambilan foto, video, serta penyebaran konten sensitif mengenai insiden proyektil di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran.
Menanggapi aturan ketat tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di berbagai wilayah Teluk mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk patuh guna menghindari jeratan hukum.
KBRI Abu Dhabi menjelaskan bahwa Jaksa Agung Uni Emirat Arab, Hamad Saif Al Shamsi, secara resmi melarang publikasi materi visual di lokasi insiden, termasuk rekaman kerusakan akibat jatuhnya proyektil atau serpihan rudal.
“Penyebaran materi semacam itu dapat dianggap pelanggaran hukum jika menimbulkan kepanikan publik, menyebarkan berita palsu, atau mengganggu ketertiban umum,” tulis imbauan resmi KBRI Abu Dhabi.
Imbauan Serentak di Arab Saudi, Bahrain, dan Yordania
Tak hanya di UEA, imbauan serupa juga diterbitkan oleh KBRI di sejumlah titik krusial lainnya:
- KBRI Riyadh (Arab Saudi): Mengingatkan WNI untuk menjauhi pengambilan gambar instalasi militer, personel keamanan, serta objek vital lainnya.
- KBRI Manama (Bahrain): Menegaskan bahwa merekam kejadian sensitif dapat memicu tindakan hukum langsung dari otoritas setempat.
- KBRI Amman (Yordania): Meminta WNI bijak bermedia sosial dengan menahan diri dari komentar atau unggahan gambar yang terkait situasi konflik.
Latar Belakang Ketegangan
Situasi keamanan di kawasan memanas setelah Iran meluncurkan rudal dan drone sebagai balasan atas serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan balasan tersebut menyasar sejumlah aset militer dan mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur sipil di beberapa negara Teluk.
Pihak otoritas setempat menekankan bahwa dokumentasi yang tidak terverifikasi dapat memberikan gambaran tidak akurat yang justru menguntungkan pihak lawan dalam perang informasi.
Panduan bagi WNI:
Gunakan Kanal Resmi: Sampaikan informasi terkait insiden hanya kepada otoritas terkait atau KBRI setempat.
Utamakan Keselamatan: Jangan mendekati objek mencurigakan atau lokasi jatuhnya serpihan.
Verifikasi Informasi: Jangan menyebarkan berita yang belum jelas sumber dan kebenarannya.












