KesehatanLocal NewsNasional

Tinjau Vaksinasi Massal di Unsrat, Begini Kata Menkes Budi Sadikin

Beno
×

Tinjau Vaksinasi Massal di Unsrat, Begini Kata Menkes Budi Sadikin

Sebarkan artikel ini
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin bersama Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene dan Rektor Unsrat Prof Ellen Kumaat saat meninjau lokasi vaksinasi massal

JurnalPatroliNews – Manado,– Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Ir Budi Gunadi Sadikin CHFC CLU meninjau langsung vaksinasi Covid-19 massal kepada lansia, di Auditorium Unsrat, Jumat (5/3/2021).

Kedatangan Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene beserta rombongan, disambut langsung oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA.

JPN - advertising column


Example 300x600
JPN - advertising column

Dalam kunjungan tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaku terharu dengan para lansia yang sangat antusias mengikuti vaksinasi Covid 19.

“Tadi sempat saya tanya umur para lansia, dan banyak yang menjawab 70 tahun, ternyata di Manado usia hidupnya panjang. Senang lihat lansia sehat dan datang mengikuti vaksinasi dengan semangat,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Lebih lanjut, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan lansia merupakan perioritas kedua penerima vaksin Covid 19.

“Tahap pertama tenaga medis dan tahap kedua diutamakan lansia, karena 100 lansia yang terpapar lebih dari 50 meninggal dunia,” ungkapnya.

Selain lansia, Menkes Sadikin juga menyebutkan target prioritas yang akan divaksinasi yakni tenaga publik karena pekerjaannya banyak menemui orang contohnya wartawan.

Terkait penanganan virus corona, Menkes Budi Sadikin menegaskan paling penting adalah perubahan perilaku masing-masing dalam beraktifitas yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan

“Pandemi tidak bisa berakhir dalam waktu setahun atau dalam hitungan bulan, butuh perubahan perilaku guna mengurangi laju pandemi,” ungkapnya.

Menkes Budi Sadikin menambahkan vaksin berpengaruh menghambat dan mengurangi secara drastis pandemi, jadi jangan takut divaksin, yang jelas vaksin bertujuan mengurangi resiko tertular dan resiko masuk rumah sakit.

“Vaksin sinovac masih efektif, pemberian vaksin juga bagi yang berusia 18 tahun ke atas dan di Indonesia ada 188 juta warga di usia tersebut. Indonesia beruntung dapat duluan vaksin ini.Tapi butuh waktu agar semua masyarakat dapat divaksin,” tandasnya.

Diketahui, kegiatan vaksinasi massal ketiga yang dilaksanakan di auditorium unsrat ini ikut dihadiri Maxi Rondonuwu Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Dirut RSUP Kandou Jimmy Panelewen, Rektor Unsrat Ellen Kumaat dan Kadis Kesehatan Sulut Debby Kalalo.

(Rei Rumlus)