Dukung Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Gelar Sertifikasi Selam bagi Masyarakat Lokal

Menurutnya, Program Japes mendukung komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi migas ramah lingkungan dimana program ini berfokus pada revitalisasi kehidupan bawah laut yang diinisiasi pada tahun 2019. “Di program ini, kami menjalankan sejumlah kegiatan, antara lain, sertifikasi selam dan transplantasi terumbu karang untuk apartemen ikan; rehabilitasi mangrove dan penguatan promosi wisata pesisir dan bawah laut; penguatan baywatch; penghijauan endemik di pesisir pantai; peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pariwisata seperti lifeguard dan manajemen pariwisata; pengembangan UMKM; serta Usaha Pembibitan Mangrove dengan rencana finalisasi rehab Dermaga Panrita Lopi pada tahun 2024 ini,” jelas Dony.

Dony menambahkan bahwa Program Japes ini berhasil direplikasi di Desa Muara Badak Ulu. Berdasarkan kompas keberlanjutan (sustainability compass), program ini berhasil mencatatkan beberapa pencapaian, antara lain rehabilitasi 1 ha kawasan rusak akibat destructive fishing dengan penerapan metode transplantasi terumbu karang; 13 pengelola pantai dengan sertifikasi lifeguard penjagaan pantai dari Divers Alert Network (DAN) dan NAUI; pemasukan Rp 6 juta per bulan bagi setiap orang dari akomodasi kapal wisata pantai, pemancingan, hingga kegiatan transplantasi dan wisata diving; pemberian manfaat kepada 30 orang secara langsung dan 16.881 orang secara tidak langsung.

“Kami percaya bahwa keberhasilan program-program CSR perusahaan dalam mendukung keberlajutan lingkungan dan kemandirian masyarakat memerlukan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, LSM, dan masyarakat,” pungkasnya.