Ada Tempat Cuci Tangan Gak Ada Sabun, IKAPPI Nilai : Protokol Kesehatan Belum Bisa Diterapkan di Pasar Tradisional DKI

 14 dibaca,  1 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews-Jakarta – Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri menilai Pemprov DKI Jakarta khususnya Perumda Pasar Jaya belum mampu menerapkan sistem protokol kesehatan di pasar tradisional yang berlokasi di wilayah Ibu kota. Hal itu terlihat dari penyediaan tempat cuci tangan yang masih kurang, meskipun ada pun terkadang tidak ada sabunnya.

“Pasar jaya belum maksimal melakukan sosialisasi dengan baik terkait ganjil-genap dan sistem protokol kesehatan. Ada tempat cuci tangan, tapi enggak ada sabun,” kata Abdullah dalam acara Market Review di IDX Channel, Jumat (19/6/2020).

Selama ini, lanjut dia, dari manajemen Perumda Pasat Jaya juga amat kurang dalam menerapkan sosialisasi terhadap para pedagang terkait edukasi agar mereka mematuhi protokol kesehatan. Ia mengaku sudah menyosialisasikan hal tersebut, namun juga mesti mendapat dukungan dari pemerintah terkait.

“Termasuk menyosialisasikan bagaimana pedagang terkait protokol kesehatan. Ikkappi siap terlibat,” ujarnya.

Ia meminta agar Perumda Pasar Jaya lebih aktif turun ke lapangan agar para pedagang teredukasi. Bila mereka tak siap, langkah lainnya bisa mengajak para perwakilan di pasar untuk duduk bareng mencari solusi terbaik agar para pedagang bisa berjualan dan tetap mematuhi protokol kesehatan agar tak terpapar virus corona atau Covid-19.

“Bisa mendorong agar pasar bisa lebih baik. Pasar ini aman dari Covid-19 dan libatkan pedagang. Mereka adalah pemilik saham terbesar,” ujarnya.(/lk/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *