70 Tahun Hubungan Indonesia-Bulgaria, Puan Ungkap Jejak Mawar yang Dibawa Bung Karno

JurnalPatroliNews | Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria Alexander Poulev beserta delegasi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas masa depan hubungan Indonesia-Bulgaria sekaligus mengenang jejak sejarah persahabatan kedua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Salah satu kisah yang kembali diangkat Puan adalah lawatan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961. Dari kunjungan tersebut, Bung Karno disebut membawa pulang bunga mawar khas Bulgaria yang hingga kini masih dibudidayakan di Indonesia.

70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Bulgaria

Puan menyambut langsung Alexander Poulev dan rombongan di lobi Gedung Nusantara. Ia didampingi Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, serta Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Irine Yusiana Roba Putri.

Dalam penyambutan tersebut, Alexander Poulev juga menandatangani piagam kehadiran sebelum mengikuti sesi foto bersama Puan dan sejumlah perwakilan DPR.

Puan menilai kunjungan Wakil PM Bulgaria tersebut memiliki arti khusus karena berlangsung menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria pada 20 September mendatang.

“Bulgaria merupakan salah satu negara di Eropa yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia. Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, mengunjungi Bulgaria di tahun 1961 sebagai komitmen persahabatan kedua negara,” tutur cucu Soekarno itu.

Puan kemudian mengungkap cerita mengenai bunga mawar Bulgaria yang dibawa Bung Karno sekembalinya dari negara tersebut.

“Beliau membawa pulang Bulgarian Rose yang sampai sekarang masih dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan parfum dan minyak atsiri,” jelas Puan.

Bagi Puan, kisah tersebut menjadi salah satu simbol hubungan historis yang mempertemukan Indonesia dan Bulgaria.

“Seindah dan seharum Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Bulgaria,” tuturnya.

Indonesia-Bulgaria Didorong Perkuat Kemitraan

Puan menyatakan Indonesia memandang Bulgaria sebagai salah satu mitra penting di kawasan Balkan dan Eropa.

Menurutnya, hubungan kedua negara tidak hanya dibangun berdasarkan kepentingan praktis, tetapi juga ditopang kesamaan nilai seperti demokrasi, multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, serta komitmen terhadap tatanan dunia berbasis aturan.

“Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, nilai-nilai ini menjadi pegangan untuk kita saling menghargai dan mengedepankan kerja sama,” sebut Puan.

Ia menegaskan DPR RI akan terus mendorong terciptanya hubungan antarnegara yang menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama.

“Tatanan dunia yang menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama hubungan antarbangsa dan antarnegara. Memastikan bahwa setiap bangsa dan negara dapat maju secara bermartabat dan dihormati kedaulatannya,” sebutnya.

“Negara tidak seharusnya saling bekompetisi untuk meraih kesejahteraan tapi harus kerjasama saling menguntungkan,” tambah Puan.

Bahas Perdagangan dan Peluang Investasi

Di sektor ekonomi, Puan melihat hubungan perdagangan Indonesia dan Bulgaria masih memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan.

“Perkembangan ekonomi dan perdagangan Indonesia dan Bulgaria dari tahun ke tahun telah memperlihatkan potensi yang menjanjikan. Hal ini menjadi catatan bagi kami untuk mendorong Pemerintah RI untuk terus meningkatkan volume dan diversifikasi perdagangan kedua negara,” paparnya.

Puan menilai posisi geografis Bulgaria dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk produk Indonesia menuju kawasan Balkan dan Eropa.

Pelabuhan Varna dan Burgas, menurut Puan, berpotensi dikembangkan sebagai hub distribusi produk Indonesia ke kawasan tersebut.

Sebaliknya, Indonesia juga membuka peluang bagi Bulgaria untuk memperluas akses produk dan investasinya ke Asia Tenggara.

“Kami juga berharap semakin banyak perusahaan Bulgaria yang melihat Indonesia sebagai basis investasi untuk pasar ASEAN dan kawasan,” ujar Puan.

Puan juga berharap Bulgaria dapat menjadi mitra strategis Indonesia dalam memanfaatkan kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).

“Kami harap Bulgaria menjadi mitra penting Indonesia dalam memanfaatkan secara maksimal kesepakatan Indonesia-EU CEPA,” lanjut mantan Menko PMK itu.

DPR RI, kata Puan, siap mendukung penguatan regulasi dan diplomasi parlemen untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi peningkatan perdagangan serta investasi kedua negara.

Pendidikan, Olahraga hingga Pariwisata

Selain ekonomi, Puan menekankan pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Bulgaria.

Kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan.

Secara khusus, Puan mendorong peningkatan kapasitas kepemudaan, pendidikan, olahraga, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, serta program beasiswa.

“Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia. Saya juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019,” ungkap Puan.

Ia juga melihat peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Bulgaria ke Indonesia. Promosi pariwisata dan konektivitas udara dinilai perlu diperkuat agar interaksi masyarakat kedua negara semakin luas.

“Karena itu, promosi pariwisata dan peningkatan konektivitas udara perlu menjadi bagian dari agenda bersama untuk lebih membuka ruang perjumpaan langsung antara masyarakat Indonesia dan Bulgaria,” terangnya.

Di bidang ketenagakerjaan, Puan melihat peluang kerja sama yang cukup besar, terutama dengan memperhatikan perkembangan sektor pariwisata Bulgaria.

DPR dan Parlemen Bulgaria Perkuat Diplomasi

Dalam diplomasi parlemen, Puan memastikan DPR RI terus menjaga kerja sama dengan Majelis Nasional Bulgaria melalui berbagai forum multilateral.

Kedua parlemen, antara lain, disebut bekerja sama dan saling mendukung dalam forum Inter-Parliamentary Union (IPU) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Global Parliamentary Network.

Indonesia dan Bulgaria juga sama-sama tengah menjalani proses aksesi untuk menjadi anggota OECD.

“Dalam konteks tersebut, kedua parlemen dapat bertukar pengalaman mengenai proses reformasi kebijakan, harmonisasi regulasi, serta penguatan tata kelola ekonomi dan investasi,” ungkap Puan.

Menurut Puan, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pertukaran pengalaman sekaligus memperluas kerja sama di berbagai bidang.

“Pertemuan kita hari ini cermin komitmen bersama Indonesia dan Bulgaria untuk terus menjalin persahabatan dan kerja sama untuk kepentingan bersama,” ucap Puan.

Dengan memasuki 70 tahun hubungan diplomatik, Puan optimistis hubungan Indonesia dan Bulgaria akan semakin kuat dan harmonis.

“Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih atas kunjungan Yang Mulia ke Indonesia,” pungkas Puan.

Komentar