JurnalPatroliNews | Jakarta Selatan — Genangan kembali menghampiri permukiman warga RT 03/RW 09, Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, setiap kali hujan mengguyur kawasan tersebut.
Kondisi itu memunculkan keluhan warga. Mereka menyoroti aktivitas pengurukan lahan di sekitar permukiman yang diduga turut memengaruhi aliran air. Di lokasi, warga juga menemukan tumpukan puing dan material bangunan yang dinilai berpotensi menghambat drainase.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan frekuensi banjir meningkat sejak aktivitas pengurukan berlangsung.
“Dulu jarang banjir. Sejak ada timbunan material bangunan, air seperti tidak punya tempat mengalir dan akhirnya masuk ke rumah warga,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).
Menurut warga, persoalan tidak hanya terletak pada keberadaan timbunan, tetapi juga perlu dilihat dari kondisi saluran air dan daerah resapan di sekitar lokasi.
Karena itu, warga meminta Pemerintah Kota Jakarta Selatan turun langsung melakukan pengecekan. Mereka secara khusus meminta instansi terkait bidang sumber daya air dan lingkungan hidup bersama pihak Kelurahan Petukangan Selatan memeriksa aktivitas pengurukan tersebut.
Tiga Hal Diminta Segera Diperiksa
Warga mengusulkan pemeriksaan difokuskan pada tiga hal, yakni kelengkapan perizinan dan pengelolaan material bangunan, kondisi serta fungsi drainase, dan kepastian mengenai aktivitas pengurukan di lahan tersebut.
“Kami minta pemerintah jangan tutup mata. Tolong ditinjau izin pengurukannya dan bagaimana solusi untuk drainase kami,” kata warga lainnya.
Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar genangan sesaat. Banjir yang berulang dikhawatirkan menimbulkan kerusakan rumah, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta menambah beban masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Dugaan Warga Masih Menunggu Pembuktian
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kelurahan dan pengelola lahan yang melakukan aktivitas pengurukan belum memberikan keterangan terkait keluhan warga tersebut.
Karena itu, dugaan bahwa timbunan material bangunan menjadi penyebab utama banjir masih memerlukan pemeriksaan teknis di lapangan.
Yang kini ditunggu warga adalah langkah konkret pemerintah untuk memastikan kondisi drainase, aliran air, daerah resapan, serta aktivitas pengurukan berada dalam ketentuan yang berlaku.
Warga berharap pemeriksaan segera dilakukan sebelum hujan berikutnya kembali membawa genangan ke lingkungan mereka.
Bagi masyarakat Petukangan Selatan, persoalannya sederhana: ketika hujan turun, mereka ingin air mengalir sebagaimana mestinya, bukan justru masuk ke rumah.















Komentar