JurnalPatroliNews | Jakarta – Literasi keuangan digital menjadi perhatian penting pemerintah seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan bahwa peningkatan akses harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat memahami cara penggunaan, keamanan, serta risiko transaksi digital.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menilai perkembangan ekosistem digital Indonesia menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kesenjangan antara perluasan akses layanan keuangan digital dengan tingkat pemahaman masyarakat dalam memanfaatkannya.
“Kita jago banget nih ngasih akses, tapi gak dibarengi dengan meningkatkan kapabilitas orangnya. Jadi ada gap antara akses, financial inclusion dengan literasinya,” ujar Sonny dalam acara Indonesia Best Digital Finance Awards 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Jakarta, sebagaimana dikutip Minggu (1/11/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perluasan inklusi keuangan digital tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan infrastruktur dan kemudahan akses layanan.
Masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai mekanisme transaksi, perlindungan data pribadi, keamanan akun, serta berbagai risiko yang dapat muncul ketika menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi.
Kesenjangan Akses dan Literasi Jadi Tantangan
Perkembangan layanan digital telah membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai produk dan layanan keuangan.
Namun, kemudahan tersebut perlu diikuti peningkatan kemampuan pengguna dalam mengambil keputusan secara tepat dan memahami konsekuensi dari setiap transaksi.
Sonny menilai bahwa aspek keamanan dan kepercayaan menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital dalam aktivitas keuangan masyarakat.
Tanpa pemahaman yang cukup, perluasan akses berpotensi tidak diikuti kemampuan pengguna dalam mengelola risiko. Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat lebih rentan terhadap penyalahgunaan data, penipuan digital, maupun kesalahan dalam menggunakan produk keuangan.
Karena itu, penguatan literasi perlu berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi dan perluasan jangkauan layanan.
Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan industri keuangan, penyedia platform digital, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kepercayaan Menjadi Fondasi Ekosistem Digital
Selain literasi, Sonny menekankan pentingnya kepercayaan atau trust sebagai fondasi dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Menurutnya, kebutuhan teknologi dapat dipenuhi melalui pengembangan maupun kerja sama dengan pihak lain. Sumber daya manusia juga dapat ditingkatkan kapasitasnya, sementara kebutuhan modal dapat diupayakan melalui berbagai skema pembiayaan.
Namun, kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun secara instan. Kepercayaan harus diperoleh melalui konsistensi, keamanan, transparansi, dan tanggung jawab para pelaku industri.
“Teknologi bisa kita impor, talent bisa kita develop, capital kita bisa cari, AI kita bisa traine. Tapi trust must be earned,” kata Sonny.
Pesan tersebut menegaskan bahwa inovasi digital tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan teknologi. Pelaku industri juga perlu memastikan layanan yang dikembangkan mampu memberikan rasa aman, kemudahan, serta kepastian bagi penggunanya.
Kepercayaan publik menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat bersedia menggunakan layanan keuangan digital secara berkelanjutan.
Indonesia Best Digital Finance Awards 2026 Apresiasi Inovasi Industri
Penguatan ekosistem keuangan digital juga menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Indonesia Best Digital Finance Awards 2026 oleh Warta Ekonomi.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku industri yang dinilai mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain memberikan pengakuan kepada perusahaan penerima penghargaan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran inspirasi dan praktik terbaik dalam pengembangan layanan keuangan digital di Indonesia.
Berikut daftar penerima Indonesia Best Digital Finance Awards 2026:
- PT Prudential Life Assurance – Best Digital Finance 2026 for Expanding Digital Synergy and Financial Literacy Access.
- PT Pegadaian (Persero) – Best Digital Finance 2026 for Integrating Financial Products and Services to Expand Services Accessibility.
- PT Mandiri Utama Finance – Best Digital Finance 2026 for Improving Process and Cost Efficiency through Digital Technology Innovations.
- PT Toyota Astra Financial Services – Best Digital Finance 2026 for Strengthening Business Transformation through Operational Lines Digitalization.
- PT CIMB Niaga Auto Finance – Best Digital Finance 2026 for Encouraging Process Digitalization to Maintain Financing Growth.
- PT Indomobil Finance Indonesia – Best Digital Finance 2026 for Optimizing Online Channel Utilization to Maximize Promotions Strategy.
- PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) – Best Digital Finance 2026 for Encouraging Process Business Digitalization through Information Technology Innovations.
- BCA Sekuritas – Best Digital Finance 2026 for Providing Efficient and Seamless Investment Experience through Digital Platform Development.
- PT Asuransi Umum BCA – Best Digital Finance 2026 for Simplifying Administration Process and Insurance Policy Management through Digital App Innovation.
- PT Bank Nagari – Best Digital Finance 2026 for Providing Inclusive and Secure Financial Services through Integrated Technology and Digital System.
- PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk – Best Digital Finance 2026 for Effective Branding Strategy through Technology-Based Services Development.
- PT Asuransi Umum Mega – Best Digital Finance 2026 for Creating Practical and Relevant Customer Experience through Digital Services Development.
- PT Bank Ina Perdana Tbk – Best Digital Finance 2026 for Connecting Digital Banking and Investment through Strategic Financial Partnerships.
- PT Bank IBK Indonesia Tbk – Best Digital Finance 2026 for Integrating Digital Convenience and Personalized Services to Enhance Customer Experience.
- PT Eastspring Investments Indonesia – Best Digital Finance 2026 for Building an Inclusive Digital Investment Ecosystem through Strategic Innovation.
- PT Allo Bank Indonesia Tbk – Best Digital Finance 2026 for Strengthening Collaboration to Develop Innovative Payment Solutions.
- PT FWD Insurance Indonesia – Best Digital Finance 2026 for Expanding Digital Protection through Accessible and Customer-Centric Insurance Solutions.
- PT Bank Mega Syariah – Best Digital Finance 2026 for Supporting Islamic Social Finance Development through Transaction Digitalization.
- PT Asuransi BRI Life – Best Digital Finance 2026 for Encouraging Financial Inclusion through Digital Transformation Strategies and Ecosystem Collaboration.
Literasi dan Kepercayaan Harus Berjalan Seiring
Pesan yang disampaikan Komdigi dalam forum tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan keuangan digital membutuhkan lebih dari sekadar inovasi dan kemudahan akses.
Peningkatan kemampuan masyarakat dalam memahami layanan, menjaga keamanan data, serta mengenali risiko transaksi harus menjadi bagian dari pembangunan ekosistem digital.
Di sisi lain, perusahaan penyedia layanan juga dituntut membangun kepercayaan melalui tata kelola yang baik, transparansi, dan perlindungan konsumen.
Dengan keseimbangan antara akses, literasi, keamanan, dan kepercayaan, perkembangan keuangan digital diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.















Komentar