JurnalPatroliNews | Mentawai — Upaya memperkuat akses internet di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terus didorong melalui pengembangan infrastruktur telekomunikasi. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa empat base transceiver station (BTS) tambahan dari Telkomsel telah disetujui untuk mendukung peningkatan konektivitas di wilayah kepulauan tersebut.
Andre menyambut baik perkembangan itu. Namun, ia menilai pembangunan empat BTS belum sepenuhnya menjawab kebutuhan jaringan internet masyarakat Mentawai. Karena itu, penambahan infrastruktur telekomunikasi masih akan terus diperjuangkan.
Menurut Andre, penguatan jaringan internet menjadi kebutuhan penting untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kegiatan ekonomi, transportasi, hingga pengembangan pariwisata daerah.
Ia menjelaskan, kebutuhan konektivitas digital tersebut sebelumnya menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, dalam komunikasi dan pertemuan pada awal 2026.
“Pada awal tahun 2026, kami telah menggelar rapat bersama Bupati Mentawai untuk mendengarkan apa yang dibutuhkan dan salah satunya adalah kebutuhan internet,” kata Andre, yang juga menjabat Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Dari komunikasi dan upaya tersebut, empat BTS tambahan disetujui untuk mendukung pengembangan jaringan telekomunikasi di Mentawai.
“Pada tahap sekarang ini yang disetujui baru empat BTS, namun demikian saya akan terus berjuang untuk menambah dan memperbanyak,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat tersebut.
Empat Lokasi BTS Masuk Pengembangan Jaringan
Manager Network Operation Padang Telkomsel, Andy Suhatril, menjelaskan bahwa terdapat empat lokasi pembangunan BTS yang masuk dalam daftar pengembangan jaringan di Kepulauan Mentawai.
Keempat lokasi tersebut adalah Subur Makmur, Rokdog, Bukit Sibai-bai, dan Bukkuk Monga.
Berdasarkan data progres pembangunan yang disampaikan, BTS Rokdog dan Bukit Sibai-bai tercatat berada pada tahap RFI. Sementara itu, BTS Subur Makmur dan Bukkuk Monga berada pada tahap CME.
Andy juga mengungkapkan bahwa pembangunan BTS di Subur Makmur masih tertahan akibat kendala persyaratan perizinan. Lokasi tersebut belum dapat dibangun sebelum Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) diterbitkan.
“Khusus untuk lokasi Subur Makmur, pembangunan masih ditahan karena terkendala persyaratan perizinan. BTS tersebut belum dapat dibangun sebelum Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) diterbitkan,” kata Andy.
Kendala perizinan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan agar rencana pengembangan jaringan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Andre Dorong Konektivitas hingga Wilayah Kepulauan
Selain memperjuangkan pembangunan BTS, Andre mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Telkom untuk membahas peningkatan kualitas layanan internet di Mentawai. Salah satu opsi yang menjadi perhatian adalah pembangunan jaringan kabel serat optik bawah laut.
Menurutnya, infrastruktur tersebut berpotensi menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas telekomunikasi. Meski demikian, pembangunan kabel bawah laut membutuhkan biaya investasi yang besar.
“Hanya saja untuk pemasangan kabel serat optik bawah laut tersebut dibutuhkan biaya yang sangat besar, namun demikian perjuangan akan terus saya lakukan,” ucapnya.
Andre menilai, konektivitas internet yang memadai dapat membantu masyarakat Mentawai mengakses informasi dan ilmu pengetahuan, memperluas pemasaran produk usaha lokal, serta mendukung kegiatan pendidikan dan mitigasi bencana.
Sebagai daerah kepulauan dengan potensi wisata yang besar, Mentawai juga membutuhkan dukungan jaringan telekomunikasi agar pelaku usaha dan masyarakat dapat mempromosikan destinasi wisata serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Penguatan infrastruktur digital di wilayah tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan akses internet antara daerah kepulauan dan kawasan yang telah memiliki jaringan telekomunikasi lebih memadai.
Dengan adanya rencana pembangunan empat BTS tambahan serta upaya mendorong pengembangan infrastruktur lanjutan, peningkatan konektivitas Mentawai diharapkan terus berlanjut. Penyelesaian kendala perizinan dan koordinasi antarpihak menjadi faktor penting agar pembangunan dapat terlaksana sesuai rencana dan manfaatnya dirasakan masyarakat.














Komentar