JurnalPatroliNews – Jakarta – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 secara resmi mulai diberangkatkan menuju Arab Saudi untuk menjalankan misi pengawasan langsung terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Pemberangkatan delegasi pengawas ini dilakukan secara bertahap dalam rentang waktu mulai tanggal 16 hingga 21 Mei 2026.
Sejumlah anggota parlemen yang terpilih masuk dalam tim pengawas terpantau mulai bertolak melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu (17/5).
Di antara anggota yang berangkat pada gelombang tersebut adalah Maman Imanul Haq dan Neng Eem Marhamah Zulfa.
Memastikan Seluruh Layanan Sesuai Kontrak Kerja Anggota Timwas Haji DPR RI, Maman Imanul Haq, menjelaskan bahwa kehadiran tim pengawas di tanah suci mengemban misi utama untuk memastikan seluruh hak layanan yang diterima oleh jemaah haji Indonesia berjalan sesuai dengan kontrak kesepakatan yang telah dibuat oleh pemerintah.
Dalam operasi pengawasan kali ini, ia menggarisbawahi ada tiga klaster isu besar yang menjadi pusat perhatian utama tim parlemen.
Isu pertama yang menjadi sorotan tajam adalah sektor transportasi. Maman menilai aspek ini sangat krusial mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi selama musim haji kali ini diprediksi akan sangat ekstrem.
Oleh sebab itu, DPR ingin memastikan armada bus yang digunakan, baik bus antarkota maupun bus selawat, benar-benar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi demi keselamatan jemaah.
Pengecekan Fasilitas Tenda dan Ketepatan Katering Isu besar kedua yang akan disasar oleh Timwas Haji adalah kelayakan akomodasi dan kualitas layanan katering bagi jemaah. Timwas dijadwalkan akan melakukan inspeksi mendadak dan pengecekan langsung ke lapangan, terutama pada kesiapan fasilitas di wilayah krusial seperti Arafah dan Mina.
Pihaknya ingin memastikan apakah kapasitas luas tenda di sana memadai untuk menampung jumlah jemaah Indonesia agar tidak ada lagi kasus jemaah yang terlantar atau tidak mendapatkan tempat tidur yang layak.
Terkait bidang katering, pihak DPR akan mengawal ketat agar seluruh perusahaan penyedia makanan mematuhi kontrak kerja yang ada.
Fokus pengawasan katering ini meliputi penyajian menu makanan khas nusantara yang sesuai lidah jemaah serta ketepatan waktu dalam proses distribusi.
Ketepatan distribusi ini dinilai penting karena stamina dan energi para jemaah sangat bergantung pada asupan makanan yang sehat dan tepat waktu.
Fokus Perlindungan dan Kesehatan Jemaah Lansia Klaster ketiga yang menjadi prioritas pengawasan DPR adalah manajemen pelayanan kesehatan, khususnya proteksi ekstra bagi para jemaah haji yang masuk dalam kategori lanjut usia atau lansia.
Maman meminta dengan tegas agar seluruh petugas haji di lapangan benar-benar hadir secara fisik dan cekatan dalam membantu jemaah, terutama kelompok lansia.
Di samping itu, ia juga menitipkan pesan kepada para jemaah agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan fisik, memperbanyak konsumsi air minum untuk mencegah dehidrasi, serta mematuhi segala instruksi dari petugas.
Melalui rangkaian pengawasan yang ketat ini, Maman menegaskan bahwa DPR RI memegang komitmen penuh untuk memastikan bahwa besaran biaya yang telah dikeluarkan oleh para jemaah sebanding dengan kualitas pelayanan yang mereka terima di tanah suci.
Target akhir dari pengawasan ini adalah mewujudkan pelaksanaan haji tahun ini yang sukses, nyaman, aman, dan mabrur bagi seluruh masyarakat Indonesia.














