JurnalPatroliNews | Tangerang Selatan – Rencana kegiatan lintas kurikulum SDN Lengkong Gudang Timur ke J-bound, Bogor, menjadi perhatian terkait keterbukaan pembiayaan yang disebut bersumber dari tabungan siswa. Dengan biaya Rp320.000 per peserta dan jumlah peserta sebanyak 119 siswa, total biaya berdasarkan perhitungan mencapai Rp38.080.000.
Besaran anggaran tersebut memunculkan pertanyaan mengenai rincian penggunaan dana, kesesuaian biaya dengan fasilitas yang diterima, serta mekanisme persetujuan orang tua dalam kegiatan di luar lingkungan sekolah.
Kepala SDN Lengkong Gudang Timur, Sri Utami, membenarkan adanya kegiatan kunjungan edukatif tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (14/10/2026). Ia menyatakan bahwa kegiatan telah dikomunikasikan dan memperoleh izin dari Dinas Pendidikan.
“Kegiatan kami sudah kami konfirmasikan seizin dinas, Mas. Kenapa ya, Mas?” tulis Sri Utami dalam pesan WhatsApp.
Menurut Sri Utami, rencana kegiatan telah dibahas sejak awal tahun ajaran bersama guru, komite sekolah, dan koordinator kelas. Ia menjelaskan bahwa pembahasan dilakukan untuk mencapai kesepakatan bersama, sedangkan pembayaran tidak ditetapkan sebagai kewajiban karena pembiayaan dilakukan melalui mekanisme menabung sejak awal tahun ajaran.
Biaya Rp320 Ribu per Siswa, Apa Saja Komponennya?
Sri Utami menyebut biaya Rp320.000 per siswa mencakup sejumlah kebutuhan selama kegiatan, mulai dari akomodasi, makan dua kali, tiket masuk, paket edukasi, hingga suvenir yang dibawa pulang siswa.
“Biaya Rp320 ribu per siswa, termasuk akomodasi, makan dua kali, tiket masuk, paket edukasi dan suvenir setelah pulang,” demikian keterangan Sri Utami melalui WhatsApp.
Jika nominal tersebut dikalikan dengan 119 peserta, nilai pembiayaan yang diperoleh mencapai Rp38,08 juta. Namun, angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan jumlah peserta dan tarif per siswa, bukan nilai pengeluaran aktual yang telah diverifikasi melalui dokumen anggaran atau laporan pertanggungjawaban.
Karena itu, rincian biaya setiap komponen menjadi informasi penting yang perlu dibuka kepada orang tua. Penjelasan mengenai biaya transportasi, konsumsi, tiket masuk, paket edukasi, dan suvenir dapat membantu keluarga memahami alokasi dana serta menilai kesesuaiannya dengan layanan yang diberikan.
Tabungan Siswa dan Persetujuan Orang Tua Perlu Diperjelas
Pernyataan bahwa pembayaran tidak bersifat wajib menjadi salah satu aspek yang perlu diperjelas dalam pelaksanaan kegiatan. Mekanisme menabung sejak awal tahun ajaran perlu disertai informasi yang transparan mengenai tujuan pengumpulan dana, besaran kontribusi, serta pilihan bagi orang tua yang tidak ingin atau tidak mampu mengikutsertakan anaknya.
Keterbukaan tersebut penting untuk memastikan bahwa partisipasi siswa benar-benar didasarkan pada persetujuan orang tua, bukan tekanan sosial maupun kekhawatiran anak akan diperlakukan berbeda dari teman-temannya.
Dalam kegiatan pendidikan, kunjungan di luar sekolah dapat menjadi sarana pembelajaran melalui pengamatan langsung dan pengalaman baru. Meski demikian, tujuan pembelajaran dan manfaat kegiatan perlu dijelaskan secara terukur agar orang tua memahami kaitan antara biaya yang dikeluarkan dengan pengalaman belajar yang diperoleh siswa.
Sekolah juga perlu memastikan bahwa siswa yang tidak mengikuti kegiatan karena pertimbangan ekonomi atau alasan keluarga tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak serta tidak mengalami perlakuan diskriminatif.
Klaim Izin Dinas Pendidikan Menunggu Konfirmasi
Sri Utami menyatakan bahwa kegiatan tersebut telah dikomunikasikan dan memperoleh izin dari Dinas Pendidikan. Namun, untuk memperoleh gambaran yang utuh, keterangan tersebut perlu dikonfirmasi langsung kepada instansi terkait, termasuk mengenai bentuk persetujuan, ruang lingkup izin, dan ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan kegiatan.
Hingga berita ini disusun, belum tersedia rincian anggaran yang dapat digunakan untuk memeriksa biaya setiap komponen secara terpisah. Belum diperoleh pula keterangan terverifikasi mengenai tanggapan orang tua siswa terhadap besaran pembiayaan tersebut.
Dengan demikian, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan apakah tarif Rp320.000 per siswa telah sesuai dengan harga layanan yang diterima atau menimbulkan beban finansial yang tidak proporsional.
Transparansi anggaran, kejelasan mekanisme partisipasi, dan konfirmasi dari Dinas Pendidikan menjadi aspek penting untuk menjawab pertanyaan publik mengenai kegiatan lintas kurikulum SDN Lengkong Gudang Timur ke J-bound, Bogor.
Keterbukaan informasi diharapkan dapat menjaga kepercayaan orang tua terhadap sekolah sekaligus memastikan bahwa setiap kegiatan pendidikan tetap mengutamakan kepentingan siswa, akses yang adil, dan pertanggungjawaban penggunaan dana.















Komentar