Bupati Sukoharjo Terjaring OTT, KPK Amankan Emas dan Uang Tunai Miliaran

JurnalPatroliNews | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan barang bukti berupa uang tunai, valuta asing, dan logam mulia bernilai miliaran rupiah dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Operasi senyap tersebut dilakukan terkait dugaan tindak pidana pemerasan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan barang bukti yang diamankan terdiri atas uang tunai dalam mata uang rupiah, Dolar Australia, Dolar Singapura, serta logam mulia.

“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai baik rupiah maupun valas, ada Dolar Australia kemudian juga ada Dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (10/7).

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 18 orang dari sejumlah lokasi di wilayah Sukoharjo, Solo, dan Wonogiri. Dari jumlah tersebut, sembilan orang telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Selain Bupati Sukoharjo, pihak yang diamankan terdiri atas enam aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan dua pihak swasta yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Pihak-pihak tersebut di antaranya diamankan di wilayah Wonogiri, Solo, dan juga Sukoharjo,” kata Budi.

Diduga Terkait Pemerasan

KPK menyebut operasi tangkap tangan kali ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemerasan yang diduga melibatkan kepala daerah. Meski demikian, lembaga antirasuah itu belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang diduga berperan dalam kasus tersebut.

“Adapun perkara ini diduga terkait dengan dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh bupati,” ungkap Budi.

Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum seluruh pihak yang diamankan, termasuk menetapkan tersangka apabila ditemukan bukti permulaan yang cukup.

Gubernur Jateng Siapkan Pelaksana Tugas

Etik Suryani yang berpasangan dengan Eko Sapto memenangkan Pilkada Sukoharjo 2024 dengan perolehan suara lebih dari 60 persen saat menghadapi kotak kosong.

Menanggapi OTT tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengaku prihatin dan menyatakan akan segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.

Hingga berita ini diterbitkan, Etik Suryani belum memberikan keterangan atau tanggapan terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.

KPK dijadwalkan menyampaikan perkembangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan dan penetapan status hukum para pihak yang diamankan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Komentar