JurnalPatroliNews | Lombok Barat – Presiden Prabowo Subianto meminta aparat TNI dan Polri memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan program prioritas pemerintah tersebut berjalan tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
Arahan itu disampaikan Presiden saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7).
Menurut Prabowo, pengawasan terhadap dapur-dapur penyedia MBG perlu dilakukan secara aktif karena masih terdapat potensi penyimpangan yang dapat mengganggu keberhasilan program.
“Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa, periksa, periksa yang artinya baik,” ujar Prabowo.
Namun, Presiden mengingatkan agar kewenangan tersebut tidak disalahgunakan oleh oknum aparat untuk kepentingan pribadi. Ia secara tegas melarang praktik intimidasi maupun permintaan setoran kepada pihak yang menjalankan program.
“Jangan manggil-manggil mau ngerjain, jangan. Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Manggil-manggil minta setoran,” tegasnya.
Prabowo menekankan bahwa pengawasan harus dilakukan secara profesional sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, bukan menjadi celah untuk melakukan penyalahgunaan wewenang.
Selain melibatkan aparat keamanan, Presiden juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi memungkinkan masyarakat ikut mengontrol jalannya program pemerintah.
“Rakyat awasi ya! Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget,” katanya.
Prabowo meyakini partisipasi publik akan menjadi faktor penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan MBG di seluruh daerah.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.














Komentar