Diduga Unggah Konten Dukung LGBT, Akun Organisasi Mahasiswa SUMA UI Dievaluasi Internal oleh Kampus

JurnalPatroliNews – Depok – Universitas Indonesia (UI) resmi angkat bicara terkait dinamika di ruang siber mengenai unggahan akun media sosial organisasi kemahasiswaan Suara Mahasiswa (SUMA) UI yang diduga bernada mendukung gerakan LGBT.

Manajemen pihak kampus menegaskan bahwa muatan konten bertajuk ‘Pride Month’ tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap maupun pandangan resmi dari institusi Universitas Indonesia.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, mengonfirmasi bahwa isi tulisan tersebut murni merupakan produk pandangan redaksional dari internal organisasi mahasiswa bersangkutan.

“Terkait dinamika yang berkembang atas unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengenai isu Pride Month serta orientasi seksual dan identitas gender, Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut murni merupakan pandangan redaksional dari organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan,” kata Erwin dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026).

Kendati demikian, Erwin menyatakan bahwa pihak universitas tetap menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari implementasi kehidupan akademik yang demokratis.

Prinsip kebebasan tersebut dinilai memberikan ruang bagi seluruh mahasiswa untuk menyampaikan gagasan secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab kepada publik.

Erwin menggarisbawahi bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi nasional, UI selalu berkomitmen teguh pada nilai-nilai Pancasila serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Sebagai institusi pendidikan tinggi, UI berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, dan norma yang berlaku di Indonesia. UI menjunjung tinggi integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta senantiasa mengupayakan terciptanya lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya merinci rambu etika kampus.

Batasan Ekspresi dan Penegakan Kode Etik Kemahasiswaan

Lebih lanjut, pihak UI memandang lingkungan kampus sebagai wadah dialog dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai bentuk perbedaan pandangan.

Namun, Erwin menekankan bahwa setiap opini dan penyampaian gagasan wajib dilakukan secara santun, tidak provokatif, serta senantiasa mematuhi etika akademik.

Langkah pembatasan ini dinilai penting agar kebebasan berekspresi di dalam kampus selalu diiringi dengan rasa tanggung jawab sosial yang matang guna mencegah polarisasi di tengah masyarakat.

Merespons keresahan serta gelombang protes yang timbul di tengah publik, pimpinan UI kini tengah mengambil langkah taktis berupa penelaahan dan evaluasi mendalam.

Proses evaluasi ini dijalankan secara sinergis bersama otoritas kampus terkait guna memastikan setiap gerak aktivitas mahasiswa tidak keluar dari jalur aturan interal.

“Proses ini dilakukan bersama otoritas kampus terkait untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan senantiasa sejalan dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, serta berpedoman pada koridor kebebasan akademik yang bertanggung jawab,” jelas Erwin secara tegas.

Sebagai penutup, Universitas Indonesia mengajak seluruh sivitas akademika beserta lapisan masyarakat luas untuk terus mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga persatuan nasional.

Pihak rektorat percaya bahwa iklim kampus yang sehat hanya dapat dibangun melalui penyampaian aspirasi yang konstruktif dengan tetap menjunjung tinggi nilai luhur dasar bernegara.

Sebagai bentuk pemenuhan aspek keberimbangan informasi bagi publik, media ini membuka ruang hak jawab maupun klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Komentar