JurnalPatroliNews – Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, secara resmi menutup Pendidikan Reguler LXVII Seskoad Tahun Anggaran 2026.
Upacara penutupan pendidikan kedinasan tersebut dilaksanakan di Gedung Prof. Dr. Satrio, Seskoad, Bandung, pada hari Rabu ini.
Dalam arahannya, Kasad menegaskan bahwa seluruh lulusan Seskoad wajib memiliki wawasan strategis yang kuat serta pola pikir yang visioner.
Kombinasi wawasan tersebut harus dibarengi dengan integritas moral yang tinggi demi menjawab tantangan tugas militer yang semakin kompleks di masa depan.
Jenderal Maruli menjelaskan bahwa peran strategis Seskoad tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dan taktis militer semata.
Lembaga pendidikan tertinggi Angkatan Darat ini dituntut fokus pada pengembangan wawasan strategis yang berlandaskan keilmuan dan kepemimpinan visioner.
Hal tersebut dinilai krusial dalam membentuk karakter unggul para perwira sebagai generasi penerus perjuangan di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Gagasan Strategis Letkol Teddy dan Komposisi Pasis Lintas Instansi
Kasad juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh Perwira Siswa yang telah menyelesaikan masa pendidikan dengan baik.
Para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kapasitas diri, serta mengembangkan budaya belajar sepanjang hayat.
Dalam momentum penutupan tersebut, Letkol Inf Teddy Indra Wijaya tampil memaparkan gagasan strategis hasil kajiannya selaku penulis Taskap Terbaik Dikreg LXVII Seskoad.
Pemaparan naskah karya tulis ilmiah tersebut disampaikan langsung di hadapan Kasad, para tamu undangan, serta seluruh rekan Perwira Siswa.
Sebagai informasi, pelaksanaan Dikreg LXVII Seskoad TA 2026 ini diikuti oleh total 279 orang Perwira Siswa.
Komposisi peserta didominasi oleh 255 Pasis TNI AD, lalu diikuti 4 Pasis TNI AL, 2 Pasis TNI AU, 7 Pasis Polri, serta 11 Pasis dari negara sahabat.
Pada pelaksanaan upacara penutupan, sebanyak 276 Pasis dilaporkan hadir secara fisik di dalam ruangan gedung.
Sementara itu, tiga orang Pasis lainnya berhalangan hadir karena tengah mengemban penugasan khusus di luar negeri.
Selama menempuh pendidikan, para perwira memperoleh pembekalan intensif yang berorientasi pada kepemimpinan, manajemen strategis, perencanaan operasi, serta analisis lingkungan strategis.














