Dorong Ekonomi Syariah di Indonesia, Menkop Ferry Juliantono Perkuat Ekosistem Takaful dan Koperasi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ekonomi Syariah di Indonesia kini memasuki babak baru melalui penguatan ekosistem yang melibatkan sinergi antara industri takaful, koperasi, serta kolaborasi internasional.

Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menegaskan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan sektor ini.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia tidak hanya diukur dari angka transaksi semata, tetapi juga dari dampak nyata terhadap kemaslahatan dan keadilan sosial.

Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu instrumen strategis untuk memastikan manfaat ekonomi syariah menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Dalam simposium bertajuk Reimagining Takaful for Sustainable World di Menara Syariah PIK 2, Menkop menyebut koperasi memiliki kekuatan basis ekonomi rakyat yang sangat besar.

Acara tersebut juga menjadi saksi penandatanganan Nota Kerja Sama (MoU) antara Menara Syariah dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) serta dengan MES.

Kerja sama ini bertujuan untuk menjadikan Menara Syariah sebagai simbol utama sekaligus pusat pengembangan industri keuangan syariah dan takaful di tanah air.

Ferry menambahkan bahwa nilai konsumsi masyarakat muslim dunia saat ini telah melampaui angka USD 2 triliun per tahun, yang menjadikannya kekuatan ekonomi global yang signifikan.

Dengan jumlah penduduk muslim mencapai 240 juta jiwa, potensi pasar Ekonomi Syariah di Indonesia sangatlah terbuka lebar untuk terus dikembangkan secara inovatif.

Fondasi koperasi yang berbasis gotong royong dinilai memiliki keselarasan yang sangat kuat dengan prinsip-prinsip syariah yang mengedepankan keadilan.

Sektor takaful atau asuransi syariah dipandang sebagai manifestasi nilai saling tolong-menolong yang mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Komisaris Utama Menara Syariah, Harianto Solichin, berharap agar kesepakatan yang terjalin dapat segera diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang berdampak luas.

Ia mengamati bahwa selama ini potensi industri syariah di tanah air belum dioptimalkan secara maksimal sehingga memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Senada dengan itu, Dekan Islamic Business School UUM, Selamah Maamor, menyambut baik keterlibatan MES dalam memperkuat industri asuransi syariah antara Indonesia dan Malaysia.

Kolaborasi dua negara serumpun ini diharapkan mampu membawa kemajuan pesat bagi ekosistem keuangan syariah di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah optimis bahwa dengan dukungan para pemangku kepentingan, kemakmuran masyarakat desa dapat meningkat melalui instrumen ekonomi berbasis syariah.

Komentar